Rancang E-Book Augmented Reality, Mutia Farida 10 Besar TIK Pustekkom

1.006

inspirasicendekia.com, MALANG – Daftar katalog model media pembelajaran berbasis TIK Pustekkom Kemendikbud bertambah. Sejumlah 10 (sepuluh) bahan ajar terbaik terjaring dalam Lomba Membuat Bahan Ajar (MembaTIK) yang digelar Pustekkom belum lama ini.

Salah satu bahan pembelajaran berbasis digital ini adalah rancangan guru SMKN 1 Turen, Kabupaten Malang, Mutia Farida. Ia membuat aplikasi bahan ajar kategori augmented reality pada lomba MembaTIK Pustekkom Kemdikbud.

Rancangan media aplikasi augmented reality Mutia Farida ini harus dipresentasikan di depan juri di Jakarta. Hasilnya, diumumkan bersamaan dengan rangkaian acara puncak Anugerah Ki Hajar 2019, di Balai Kartini Jakarta, 14 November 2019 lalu.

“Saya membuat buku elektronik dengan aplikasi Augmented Reality. Bahan ajar ini harus dipresentasikan untuk menentukan juara terbaik dari 10 besar finalis yang diundang ke Jakarta,” kata Mutia Farida, Ahad (17/11).

Menurut Mutia, saat presentasi untuk menentukan juara, persaingannya sangat ketat menghadapi lima juri. Para finalis masih harus menghadapi penjurian dari para expert (juri ahli) di bidangnya untuk menentukan Finalis Terbaik masing-masing kategori yang akan mendapat penghargaan pada malam puncak Anugerah Ki Hajar 2019.

Siswa SMKN 1 Turen, Bagus Eko Saputra, saat presentasi karyanya kategori finalis Coding Edusiber.

Selain dirinya, satu siswa SMK Negeri 1 Turen, Bagus Eka Saputra, juga berhasil masuk 10 besar finalis untuk kategori lomba berbeda, yakni coding edusiber, yang juga diselenggarakan Pustekkom Kemdikbud. Ini setelah karya Bagus Eka lolos penilaian jalur nasional dari seratus lebih aplikasi pemrograman peserta se Indonesia.

Mutia Farida mengaku tetap bersyukur mendapatkan kesempatan menjadi 10 besar finalis, meskipun akhirnya belum bisa menjadi terbaik untuk Kabupaten Malang.

Saat malam Anugrah Ki Hajar 2019 banyak kategori lomba yang juga mendapatkan penghargaan. Termasuk, penghargaan bagi Kepala Daerah yang peduli dengan pendidikan dan TIK. Provinsi Jawa Timur sendiri mendapatkan kategori Daerah Peduli TIK tingkat Madya, yang penerimaannya diwakili Kepala Dinas Pendidikan Jatim Hudiyono. [rul]

Berita Terkait