Dimas Agung Gumelar, Anak Kampung yang Bermimpi Ciptakan Aplikasi Online

220

inspirasicendekia.com, MALANG – Tidak banyak siswa yang mampu mendapatkan nilai ujian nasional sempurna (100). Di SMAN 1 Kepanjen Kabupaten Malang, tercatat empat siswa saja yang bisa mendapatkan skor tertinggi ini.

Keempatnya adalah Dimas Agum Gumeral (mapel Matematika), Nabila Havna Sofia (Ekonomi), Novi Lailatul Badriyah (Biologi), dan Ella Adysha Mutiara Dewi (Bahasa Indonesia).

Dimas Agung Gumelar misalnya, berhasil mendapatkan nilai UN 100 mapel Matematika. Ia mengaku memang menyenangi pelajaran Matematika, dan selalu antusias saat pelajaran sehingga mudah dipahami.

“Cara belajar saya tidak menumpuk dan terlalu serius, sebentar-sebentar diselingi hiburan. Paling lama, ya satu jam. Saat ujian harus tetap bisa tenang,” kata remaja kelahiran 27 Mei 2000 ini.

Meski begitu, Dimas Agung termasuk siswa pandai dan bagus prestasi akademiknya. Sejak kelas X, Indeks Peringkat (IP) dalam rapornya naik terus. IP tiap semester terendah 83 saat kelas X, dan saat kelas XII menjadi 89, lalu semester akhir naik menjadi 92,78.

Orang tuanya pun sangat mendukung putranya ini melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya.

“Sejak SD dan SMP selalu dapat nilai 100 pelajaran Matematika. Anaknya memangbpenurut, tidak pernah minta yang neko-neko,” kata Dewi Retna Kumalasari, ibu dari Dimas Agung.

Nyatanya, Dimas Agung hanya lah anak desa dari keluarga sedeehana di Desa Ngadirejo, Kromengan. Ia pun tiap hari ke sekolah harus naik angkot, karena hanya ada satu sepeda motor di rumah dan dipakai kerja ayanya.

“Ya, saya kerap harus berangkat pagi-pagi, sekitar pukul setengah 6 atau bahkan jam 5 pagi. Pulangnya sering kemalaman juga sampai jam 7. Bahkan, bisa jam 9 malam kalau pas ada tugas kelompok,” kata lulusan SMPN 4 Kepanjen ini.

Kini, Dimas Agung Gumelar berhasil diterima kuliah di prodik Teknik Informatika UB. Ia pun bercita-cita bisa membuat aplikasi bisnis online berbasis android kelak. Tentunya, ia harus lebih belajar menguasai sistem pemrograman.

Sebagai penghobi musik, ia pun berminat mencoba mengembangkan aplikasi musik yang mudah dimainkan hanya lewat android atau komputer. Menurutnya, dengan aplikasi konsep musik lebih dikurangi atau ditambahi, tempo dan komposisinya juga lebih mudah diatur.

Siswi lainnya, Nabila Hafna Sovia, meraih NUN 100 mapel Ekonomi 100. Ia pun tidak menyangka, karena sebelumnya rata-rata pelajaran imi mesti dapat nilai 7.

Nabila Hafna mengakui, soal materi teori ekonomi makro jauh lebih sulit, sementara yang lebih mudah dikuasai adalah statistik atau akuntansi. [rul]


Beri Komentar
Berita Terkait