Bilqis Islach, Remaja Milenial yang Inginkan Generasi Berkualitas Masa Depan

216

Inspirasicendekia.com, MALANG – USIA remaja memang masih jauh dari pengalaman realitas masa yang akan datang. Namun, pengetahuan yang memadai bagi remaja milenial, sangat penting untuk generasi berkualitas mendatang.

Ini setidaknya yang dialami Bilqis Islach, seorang siswi SMAN 1 Kepanjen Kabupaten Malang. Sebagai remaja, pengetahuan siswi kelas XII-IPS ini tentang kependudukan dan keluarga berkualitas sudah banyak dan sangat bermanfaat baginya kelak.

“Generasi yang berkarakter itu, pasti tahu ke depan seperti apa yang bakal dihadapi, sehingga meyakini penting harus bisa menjadi remaja yang berkualitas,” kata Bilqis Islach, di sela waktu belajarnya di Perpustakaan SMAN 1 Kepanjen.

Ya, Bilqis Islach adalah satu dari Duta Genre (Generasi Remaja) yang dimiliki Kabupaten Malang. Ia ditetapkan sebagai juara 3 Duta Genre Jawa Timur 2019 oleh BKKBN Provinsi Jatim.

Kesempatan sebagai Duta Genre ini, mengharuskannya menguasai dan memahami empat hal, yakni soal kependudukan, lifeskill, penyiapan kehidupan berkeluarga, hingga kesehatan reproduksi.

“Saat pemilihan tiga besar finalis pemilihan Duta Genre Jatim, Saya harus sosialisasi ke masyarakat atau wali murid tentang 8 fungsi keluarga. Yang saya tekankan dua hal, yakni fungsi agama dan pendidikan,” kata Bilqis.

Ide-ide implementasi jika dipilih menjadi Duta Genre pun harus dimilikinya. Sebagai pelajar, Bilqis punya atensi tersendiri terhadap lingkungan belajarnya di Smaneka, terutama saat bergaul dan menghadapi masa remaja teman sebaya yang masih labil.

“Saya ingin banyak kenalkan literasi yang berkarakter, etika dan moral. Termasuk sikap positif pada belajar agar kelas Generasi Berkualitas Indonesia 2045 terwujud,” tekad siswa yang juga aktif di Badan Dakwah Masjid SMAN 1 Kepanjen ini.

Bilqis Islach menjadi Duta Genre Jatim setelah juara 1 lomba duta jalur pendidikan dan mewakili Kabupaten Malang ke tingkat provinsi. Saat seleksi tingkat kabupaten, peserta dari 33 kecamatan dan diikuti sekitar 80an orang.

Menurutnya, mulai tahap awal seleksi, setiap peserta membikin paper, video profil, poster, dan video satu menit. Selama empat hari, lanjutnya, ia menjalani karantina di Kota Surabaya, dan harus mengikuti tes tulis, presentasi, wawancara, tes FGD, dan sosialisasi. Nilai unggul seleksi diambil lima besar dan harus mengikuti final di panggung interview terbuka. [rul]


Beri Komentar
Berita Terkait