Sambang Rumah, Berbagi Kebahagiaan Kelulusan ala Pelajar MTsN 6

inspirasicendekia.com, MALANG – Kegiatan bermakna dilakukan siswa dan guru MTsN 6 Malang menjelang pengumuman kelulusan Ujian Nasional, Rabu (28/5/2019) pagi. Bukan hura-hura, namun sarat nilai peduli dan berbagi kebahagiaan.

Merayakan melulusan siswa MTsN 6 Malang ini memang dilakukan tak biasa, dengan sengaja mengajak anak-anak bedah rumah dan menyumbang perabotan sejumlah keluarga dari siswa kurang mampu.

Sejak pagi, aksi dimulai dengan longmarch melintasi pematang sawah menuju rumah yang dituju. Sambil menandu perabotan rumah, belasan siswa-siswi MTsN 6 berjalan dan masuk gang sempit perkampungan yang berjalak puluhan meter.

Tiga titik yang jadi sasaran ‘aksi’ mereka adalah rumah orang tua siswa Sayid Jamaluddin di Dusun Legok, Sukoraharjo Kepanjen, Umul Khamidah di Dusun Wonoayu, Jatirejoyoso RT 6 RW 4, Kepanjen, dan Arya Bagaskara di Jalan Sunan Ampel RT 2 RW 1 Legok, Sukoraharjo Kepanjen.

“Ada 210 siswa yang lulus seratus persen tahun ini. Jika biasanya perayaan kelulusan identik dengan corat-coret, kali ini rasa syukur lulus itu dikemas dengan kegiatan sosial, mengasah respeks siswa terlebih di bulan Ramadhan,” kata Kepala MTsN 6 Malang, Sutirdjo MPd.

Puluhan siswa berseragam biru putih ini tampak antusias, mengucapkan ‘bismillah’, kerja..kerja..kerja! Beberapa bantuan perabotan rumah, seperti meja, pot dan lainnya diberikan kepada pemilik rumah.

Mereka lalu memperbaiki dua rumah keluarga siswa kurang beruntung tersebut, seperti mengecat pagar, bersih-bersih, memasang rak buku dan bahkan membuat kandang ayam.

Sambang rumah dua keluarga orang tua siswa ini bukan tanpa alasan. Ayah Umul Khamidah, adalah buruh pembuat batu bata, sehingga tak jarang ia juga membantu membuat batu bata. Siswi ini sendiri juga aktif di kegiatan OSIS, dan rajin membantu saat kegiatan madrasah.

Sementara, Sayid Jamaludin, selama ini diasuh yang masih punya tanggungan membesarkan beberapa cucu. Siswa ini memang kurang beruntung karena orang tuanya pisah. Dalam kondisi ini, Sayid pun terancam tidak bisa melanjutkan sekolah selepas lulus dari MTsN 6 Mlg. [ameen]

Berita Terkait