ads

Refleksi dan Otokritik ‘Aku’ ala Desta Eriana, Juarai Kompetisi Puisi Nasional

MALANG – Milenial usia remaja kerap dikhawatirkan soal nasionalisme dan kepekaan di luar dirinya. Saking asyik dengan dunianya, remaja juga jangan sampai melenakan akan seperti apa masa depannya.

Kegundahan ini pula yang juga sempat dialami Desta Riana, siswi SMAN 1 Dampit Kabupaten Malang. Ia tidak mengumbarnya dengan curhatan, melainkan dalam sebuah coretan puisi reflektif.

Puisi yang ditulis Desta ini berjudul: Pemuda Masa Kini, ditulis di Malang, 14 Maret 2022. Ada 6 (enam) bait yang ditulis, dan lima diantaranya dimulai dengan kata ‘Aku’. Ini lah yang mencerminkan sebuah refleksi seorang diri remaja kelahiran 2 Desember ini.

Aku
Pemuda masa kini
Yang tengah membusungkan dada
Tak lagi terdiam di pojok kamar
Hormat kepada sang pusaka
Bersiap membangun Indonesia emas di tahun dua ribu empat pulih

Begitu penggalan reflektif seorang Desta Eriana, dalam puisinya. Bukan tanpa alasan, ungkapan sadar ini ditulisnya. Desta mengaku, puisi yang dibuatnya ini dari pengalaman pribadi.

Pemuda masa kini yang digadang bakal jadi menteri suatu saat nanti, itu dimaksudkannya kalau orang tua pasti selalu membangga-baggakan anaknya kelak.

“Tetapi, kita sebagai anak atau seorang pemuda sendiri itu malah kadang ngerasa malas,” akunya.

Ada kata-kata penting di kalimat ‘kulit rasanya memar-memar, sampai rasanya mau mati. Menurut Desta, ini menyiratkan kerja keras dan perjuangan yang harus dijalani sebagai pelajar dan generasi muda seperti dirinya.

Pengalamannya sendiri dalam menulis puisinya cukup unik. Saat menulis puisinya ini, Desta mengaku sambil melihat video Presiden Soekarno, waktu membacakan naskah Proklamasi.

“Nah, di situ saya berpikir, kalau misalnya kita bermalas-malasan sebagai seorang pemuda, mau jadi apa suatu Indonesia yang sudah diperjuangkan oleh bangsa di jaman dulu. Dan, betapa kecewanya pak Soekarno sama anak-muda jaman sekarang!,” pikirnya.

Saking ingin berbaktinya pada Ibu Pertiwi dan Tanah Air, kata Desta, ia pun berjanji sama pak Soekarno bakal membuat Indonesia terus merdeka sampai beribu-ribu tahun mendatang.

Siapa sangka, karya puisi yang ditulis Desta Eriana ini terpilih menjadi juara 1 Kompetisi Puisi Nasional, yang diselenggarakan di Universitas Negeri Malang belum lama ini.

Selain menulis puisi, lulusan SMPN 1 Tirtoyudo ini juga mengaku menyukai puisi sejak di bangku SMP. Sebelumnya, ia juga pernah menjuarai lomba baca puisi.

Desta juga suka menulis cerita fiksi. Tulisan novel sudah beberapa kali ditulisnya, dan satu diantaranya mau diterbitkan. Sementara, karangan lainnya masih proses penulisan. (Choirul Amin)

Sebarkan berita:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.