Raker MKKS SMKN Wilker 3, Bangun Kesepahaman Kebijakan Pendidikan

1.095

inspirasicendekia.com, MALANG – Kesepahaman bersama perlu dibangun agar tidak muncul kesenjangan kebijakan pendidikan. Salah satunya, melalui musyawarah kerja dan sinergi antarsekolah.

Ini seperti dilakukan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Jawa Timur, yang menggelar Rapat Kerja dan Pembinaan di Swiss-Bellinn Hotel, Kota Malang, Sabtu-Minggu (28-29/9/2019). Raker ini diikuti kepala SMKN dari Wilayah Kerja 3 yang mencakup kabupaten/kota dari Malang Raya, Mojokerto, Blitar, Kediri dan Tulungagung.

“Kami tekankan perlu kekompakan sekolah SMK dalam menjalin komunikasi dan berbagi informasi terkait tantangan pendidikan kejuruan saat ini. Harapannya, melalui musyawarah kerja seperti bisa menghasilkan rekomendasi bagi program-program baru khususnya bidang Pembinaan SMK,” demikian Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Suhartono, Sabtu (28/9) malam.

Salah satunya, lanjut Suhartono, soal digitalisasi yang menjadi isu strategis pendidikan era global, agar pendidikan di SMK-SMK juga tidak ketinggalan.

“Tantangan pendidikan kejuruan lainnya saya kira soal mental (calon) lulusan. Juga, ketersediaan sarpras pendukung untuk selalu menambah kompetensi keahlian siswa SMK,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua MKKS SMKN Wilker III H Didik Indratno MM menyatakan, pihaknya akan selalu menyampaikan berbagai hal sesuai kondisi di sekolah-sekolah di daerah, sebagai bahan rekomendasi atas implementasi sebuah kebijakan pemerintah.

“Kondisi di bawah (daerah) memang harus diperhatikan pemerintah untuk bisa menjadi bahan rekomendasi kebijakan. Kalau muncul kesenjangan kebijakan tidak ya, tetapi pada implementasi kebijakan kami berharap tidak keragu-raguan,” kata Didik.

Ditegaskan, apa yang terjadi di daerah merupakan masalah riil yang dihadapi penyelenggara pendidikan. Jadi, menurut Didik sudah sewajarnya mendapatkan atensi pemerintah.

“Yang dihasilkan melalui rapat kerja bukan berarti kami paksakan dan menjadi tumpukan masalah. Tetapi, itu kondisi riil, dan kami juga membantu berikan alternatif solusinya,” jelasnya.

Didik Indratno juga menyatakan, apa yang dilakukan melalui rapat kerja dan pembinaan MKKS ini bisa mempertemukan apa yang masih menjadi masalah di bawah dengan kebijakan yang dibuat pemerintah. [min]


Beri Komentar
Berita Terkait