Pembelajaran Inovatif Guru, dari Media Bekas Botol hingga Caping Gunung

inspirasicendekia.com, MALANG – Kunjungan lapangan Lomba Inovasi Pembelajaran (Inobel) Guru tingkat Kabupaten Malang dilakukan tim pengawas Dinas Pendidikan, Rabu (4/11). Ini menyusul ditetapkannya tiga peserta terbaik hasil presentasi karya ilmiah semua peserta sebelumnya.

Sejumlah media pembelajaran yang dibuat para guru ini tak hanya inovatif, namun juga cukup kreatif sehingga bisa menarik peserta didik saat pembelajaran. Ada yang memanfaatkan botol plastik bekas, banner karakter, hingga caping gunung.

Pada jenjang SMP, telah ditetapkan tiga guru peserta terbaik dari SMPN 1 Turen, SMPN 4 Kepanjen, dan SMPN 1 Pagak. Ketiganya telah dikunjungi dan dilihat langsung pembelajarannya di kelas oleh tim juri, bagaimana memanfaatkan media inovatif yang dibuatnya, pada Selasa (3/12) kemarin.

“Semua sudah bagus sesuai indikator penilaian yang kami harapkan. Ya, masing-masing tetap memiliki keunggulan dan kekurangan yang berbeda-beda,” jelas Woro Praptiningsih, pengawas SMP yang menjadi salah satu tim juri.

Ia mencontohkan, ada penguasaan materi sangat bagus, namun masih kurang dalam penyampaian. Yang lainnya, lanjut Woro, pandai dalam pengkondisian dan membangkitkan minat belajar siswa, namun masih minim pemanfaatan media pembelajarannya.

“Inovasi apa pada media pembelajaran yang digunakan paling dilihat. Namun, cara penyampaian dan pengelolaan kelas guru dalam menggunakannya juga penting,” beber Woro.

Sementara, tiga peserta terbaik hasil Lomba Inovasi Pembelajaran jenjang TK/SD yang sudah ditetapkan tim penilai juga dilihat pembelajarannya. Tiga terbaik dari jenjang SD adalah Hanasri Nasrullah (guru SDN 2 Kaumrejo Ngantang), Tri Ratna Wulandari (SDN 1 Kademangan), dan Vitiarti (SDN 2 Kalisongo Dau).

Sedangkan, hasil tiga terbaik TK diperoleh Siti Chotimah dari TK Islam Terpadu Al-Maun Dau, Rinda Candra Puspita dari TK Restu PGRI 3 Pujon, dan Masruroh dari TK Kartika IX-44 Yonkes Karangploso.

Ketua tim penilai Lomba Inovasi Pembelajaran Guru TK/SD, Achmad Chusaeri mengungkapkan, dari hasil pembelajaran dengan media yang sudah dilihat, juga cukup inovatif dan menarik. Ia mencontohkan, karya media guru TK salah satunya yang diberi nama ‘Bebek Hitung Kreatif’.

Dari jenjang SD, lanjutnya, yang dilihat langsung pemanfaatannya dalam pembelajaran adalah media ‘Game Batle Pokemon, media banner karakter, dan media ‘Caping Gunung’ untuk penjumlahan (Matematika).

Sebelumnya, ketua tim penilai SMP, Parkiyo MPd menegaskan, karya inovasi pembelajaran ini merupakan bentuk kompetensi keprofesian guru karena terimplementasi dalam pembelajaran yang dilakukan.

“Karya media pembelajaran yang paling dinilai adalah inovasinya, juga sejauh mana kemanfaatannya sehingga bisa diaplikasikan dalam pembelajaran. Bahkan, lebih bagus jika punya dampak kemanfaatan luas, sehingga bisa jadi model dan digunakan guru-guru lain,” demikian Parkiyo. [min]

Berita Terkait