Juarai OPSI Nasional, SMPN 2 Sumberpucung Siapkan ‘Javanese Day’

inspirasicendekia.com, MALANG – SMPN 2 Sumberpucung Kabupaten Malang memiliki harapan bisa membangun lingkungan sekolah ramah dan santun melalui bahasa Jawa Krama. Ini menyusul berhasil diraihnya juara 3 Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Nasional 2019 olrh siswanya belum lama ini.

Di ajang final OPSI Nasional ini, tim SMPN 2 Sumberpucung mengangkat hasil penelitian bertema ‘Santun berbahasa Jawa,’ dan berhasil meraih medali perunggu. Tim terdiri dari Utari Suryaningrat (ketua), Ilmi Roudlotun Nafi’ah dan Ayu Cahyaning Tyas, ketiganya kini duduk di kelas 9.

Keinginan menciptakan lingkungan sekolah yang santun dengan berbahasa Jawa Krama ini, terlebih juga karena adanya apresiasi khusus yang diterima SMPN 2 Sumberpucung dari perwakilan penyelenggara OPSI dari Direktorat Pembinaan SMP Kemendikbud.

“Praktik baik hasil OPSI ini tentunya akan terus dilanjutkan. Yakni dengan pembiasaan sehari berbahasa Jawa Krama, bagi semuanya melalui Javanese Day nantinya. Ada harapan penerapan bahasa Jawa Krama bisa dilakukan lebih meluas di lingkungan sekolah,” demikian Kepala SMPN 2 Sumberpucung, Santoso MPd, Selasa (3/12) siang.

Ia menyatakan, ke depan juga diharapkan capaian ini bisa menjadi motivasi bagi siswa lain untuk mendapatkan prestasi serupa, bahkan labih baik lagi.

“Kami optimis akan terlahir lagi prestasi OPSI lebih baik ke depan, mengingat ini baru pertama kali bagi SMPN 2 hingga tingkat nasional. Ya, nantinya ketiga bidang lomba penelitian akan diikuti semua. Dan, akan kami siapkan guru pendamping dan siswanya,” imbuh Santoso.

Final OPSI Nasional sendiri digelar di Hotel El Royal Kelapa Gading Jakarta, selama 26-30 November 2019. Saat kompetisi, mereka diberi waktu maksimal 20 menit, terdiri dari presentasi 10 menit dan sisanya tanya jawab.

Menariknya, prolog presentasi sengaja ditampilkan berbeda dari peserta lainnya. Ketiganya memerankan drama dengan dialog berbahasa Jawa Krama, tentang bagaimana belajar Macapat. Sikap santun dan lemah lembutpun begitu ditonjolkan selama dialog mereka.

“Banyak pengalaman yang kami dapat, mulai yang mendebarkan sampai mengharukan. Semuanya sangat bermakna, meski belum juara 1 dan pulang membawa perunggu,” kesan Utari Suryaningrat, ketua tim OPSI SMPN 2 Sumberpucung, Selasa (3/12) siang.

Menurutnya, semua kesan yang dirasakan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus kebanggaan tersendiri. Terlebih, kompetisi level nasional dengan peserta terbaik ini adalah kali pertama dialami mereka.

“Saat presentasi finalis tidak dalam ruang tertutup dan depan juri saja, melainkan banyak audien di ruang terbuka. Mendebarkan pastinya, tapi alhamdulillah tetap bisa teratasi,” imbuhnya.

Kesan lainnya, tambah Ayu Cahyaning Tyas, adalah ketika meja stand mereka dikunjungi pejabat Direktorat Pembinaan SMP Kemdikbud. Kamus Kecik berisi kosakata bahasa Jawa yang mereka susun dalam buku kecil sebelumnya tampak jadi perhatian khusus.

Produk buku Kamus Kecik yang disusun ketiga siswi ini menjadi sarana penggunaan bahasa Jawa Krama, di lingkup kecil ‘Javenese Area’ di kelas mereka. Kamus kecik ini berisi banyak kosakata bahasa Jawa Krama, yang memang selama ini tidak banyak dikenali siswa pada umumnya.

Selain menjadi tim penilitian siswa berprestasi, tiga siswa ini juga memiliki keterampilan lain yang bagus. Utari Suryaningrat pernah mendapatkan juara tari, Ilmi R Nafi’ah temasuk siswi pintar di sekolah, sementara Ayu Cahyaning bisa menyanyi paduan suara. [amn]

Berita Terkait