Nilai-nilai Pancasila sebagai Pilar Kebangsaan harus Diamalkan

inspirasicendekia.com, MALANG – Perawakannya sih hampir sama dengan Zaskia Gothik, pekerja seni dan penyanyi yang kondang dengan goyangan itiknya. Namun, kelugasan dan pemahamannya soal kebangsaan tak kalah matang. Itu lah yang gampak pada seorang Bilqis Islach Waffroda (21).

Upss, lalu apa kaitan Zaskia Gotik dengan Bilqis. Tak ada hubungan langsung memang. Mahasiswa FIA UB Malang ini baru saja dinobatkan sebagai grandfinalis terbaik Duta Pancasila, yang digelar di Pendopo Bupati Malang di Jl Panji Kepanjen, Sabtu (7/11/2020) malam.

Kebetulan pedangdut Zaskia memang juga pernah didapuk dengan predikat sebagai Duta Pancasila sebelumnya. Perempuan bernama asli Surkianih ini dinobatkan sebagai Duta Pancasila oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) MPR RI, pada 2016 silam.

“Saya sebagai putra bangsa juga harus bisa lebih memasyarakatkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila punya nilai-nilai falsafah dan sebagai dasar berbangsa dan bernegara yang tak mungkin bisa dihilangkan,” kata Bilqis usai penobatannya sebagai Duta Pancasila terbaik.

Untuk lebih mengenalkan nilai-nilai Pancasila, dara asal Kepanjen inipun punya tekad luhur. Setidaknya, ia ingin mewujudkan adanya kampung Pancasila, yang mana implementasi nilai-nilainya bisa juga tercermin dalam keseharian masyarakatnya.

“Misalnya saja, perlu adanya tempat publik untuk lebih mengenalkan Pancasila, di obyek pariwisata. Seperti museum Pancasila, yang juga memuat sejarah dan tokoh perumusan Pancasila,” beber mahasiswa semester I prodi Administrasi Publik ini.

Bilqis meyakini pengamalan Pancasila harus dimulai dari sendiri. Ia pun sangat berharap, semangat dan jiwa Pancasila di kalangan muda ini bisa menular hingga ke semua anak-anak bangsa Indonesia, dimanapun daerahnya.

Ada enam finalis yang akhirnya terpilih sebagai terbaik Duta Pancasila ini setelah dua kali sesi tanya jawab oleh panelis. Selain Bilqis, terpilih sebagai runner up terbaik adalah Mozza Indira Sylvani, yang juga mahasiswi Universitas Brawijaya Malang.

Sebagai bagian dari generasi milenial, keenam finalis juga sadar tentang pentingnya bermedia sosial secara positif dan bijak. Yakni, dengan lebih banyak menyaring kebaikan dan informasi positif, yang tidak mudah memicu keresahan dan kebencian.

Bertindak sebagai panelis yang memberi pertanyaan semua finalis diantaranya adalah akademisi, Geng Wahyudi, yang juga ketua umum Pemuda Pancasila Kabupaten Malang, serta Amarta Faza (anggota DPRD/NasDem). Sesi pertanyaan pamungkas diberikan Sekdakab Malang, Wahyu Hidayat. Hadir pula anggota DPR RI Dewanata Kresna Prosakh, serta sejumlah anggota dewan Kabupaten Malang lainnya.

Ketua penyelenggara seleksi Duta Pancasila 2020, Priyo Sudibyo berharap, apa yang ditunjukkan para Duta Pancasila di Malang ini bisa terus dipupuk dan ditingkatkan. Menurutnya, dengan berani menyatakan diri sebagai calon duta ini merupakan poin yang perlu diapresiasi.

“(Ajang) ini tentunya bagus tidak hanya penampilan para duta, melainkan juga isi (pemikirannya). Jadi, ini bukan sekadar duta-dutaan,” kata pria yang akrab disapa Bogank ini.

Bogank juga menegaskan, sila-sila Pancasila memang harus diterapkan dalam kehidupan semua lapisan masyarakat. Selain berjiwa Pancasila, pilar kebangsaan lain juga harus selalu dijunjung tinggi, termasuk para Duta terpilih. Yakni, nasionalisme, cinta NKRI, UUD, dan Bhineka Tunggal Ika. [min]

Berita Terkait