Mudik Lebaran, ‘Tradisi’ Apa yang Tak Kamu Lewatkan?

275

inspirasicendekia.com, LAMONGAN – Begitu memasuki Lebaran Hari Raya, maka kita tak akan lupa hal-hal menarik saat mudik di kampung. Ya, mudik lebaran pasti menyisakan kesan bermakna dan mengulang ‘tradisi’ yang bahkan tak terlewatkan.

Mudik tentunya membutuhkan waktu tersendiri, karena harus melewati perjalanan kilometer untuk bisa sampai di kampung halaman. Bahkan, dengan tujuan kampung sangat jauh, bisa ratusan kilometer jarak perjalanan harus ditempuh, dengan bawaan yang harus dipersiapkan.

Mudik bersama keluarga ke Brondong Lamongan, Jawa Timur, banyak yang bisa dinikmati sepanjang perjalanan. Berikut tempat-tempat yang hampir selalu dikunjungi pemudik asal daerah ini.

Warkop Cangkir Alit

Kawasan lamongan utara memang terkenal dengan wilayah pesisir pantai yang memanjang sejak daerah Sidayu Gresik sampai perbatasan Kabupaten Tuban. Deretan warung dan kedai kopi menjadi pemandangan khas di kanan-kiri jalan sepanjang kawasan ini.

Selain rasanya yang nikmat, warkop di kawasan pantura Lamongan terkenal dengan kekhasan cangkir putih berukuran kecilnya (cangkir alit). Tempat yang sederhana, cukup dengan bangku panjang atau dipan bambu juga memiliki kesan tersendiri.

Bagi penulis, warkop sederhana di pinggiran jalan ini memiliki nilai kearifan lokal yang kental. Yakni, mempertahankan kultur masyarakat pedesaan dengan kebiasaan jagongan, bersilaturahmi atau menikmati kebersamaan bersama teman kecil di kampung halaman.

Dawet Siwalan Paciran

Wilayah pantura Lamongan, khususnya di daerah kecamatan Paciran, menjadi sentra jajanan khas dawet siwalan dan legen. Sepanjang kanan-kiri jalan poros yang melintasi Desa Penanjan, Paciran, keluarga pemudik bisa menikmati dawet siwalan yang segar untuk menikmati waktu bersantai bersama.

Karena kekhasannya, harga segelas es dawet siwalan dengan pemanis gula merah ini memang tak semurah es lemon tea.

“Satu gelas es dawet Rp 10 ribu. Hari biasanya harga 7 ribu pergelas. Maklum sekarang masih lebaran,” kata Mak Sri, sebut saja nama salah seorang penjual.

Tetapi, tidak saja es dawet yang bisa dinikmati di warungnya. Mak Sri juga menjajakan isi buah siwalan, rujak buah, air legen, kue tepung ‘jumbrek’, bikinannya. Warga Paciran dan sekitarnya juga memproduksi olahan gula merah, petis ikan, dan terasi, dan dijual dalam kemasan.

Pemandian Mini

Untuk ukuran kota kecil, di daerah kecamatan Paciran dan Brondong Lamongan cukup banyak pilihan tempat untuk bersantai bersama keluarga. Selain tempat wisata besar yang sudah terkenal seperti Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Goa dan Zoo, banyak wahana baru yang bagus untuk dikunjungi. Harga tiket masuknya pun murah meriah.

Tempat wisata buatan, wahana pemandian menjadi alternatif bagi pemudik sekeluarga menikmati liburan saat lebaran. Salah satunya, Refresh Swimming Pool, di Desa Pelok, sekitar 4 kilometer arah selatan Pelabuhan Ikan Nusantara Kecamatan Brondong.

Bagi yang bosan atau tak biasa dengan suasana pantai, pemandian mini bisa menjadi kegembiaraan khususnya bagi anak-anak. Terlebih, jika pemandian ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti waterboom, playground, atau kebun binatang mini buatan.

Beauty Sunset

Menemukan eksotisme sunset di wilayah pesisir pantura Lamongan bukan hal sulit. Banyak tempat menawan dengan latar belakang hamparan pantai yang selalu hadirkan pesona sunset saat senja.

Bagi penghobi fotografi atau swafoto, beberapa tempat seperti Pantai Wedung, Pantai Lorena, pelabuhan kapal besar WBA, pelabuhan Sedayulawas, atau DAM Benges tentunya sangat pas. Bersabar sedikit saja, momen dan citra sunset yang indah tentunya bisa diabadikan.

Bagaimana mudik lebaran Anda tahun ini? [ameen]

Berita Terkait