ads

Mencari Sang ‘Ratu Budaya’ di Ajang Gelar Karya Cipta Smaneka

  • Save

Inspirasicendekia.com, MALANG – Karpet merah cukup panjang terhampar di lapangan outdoor SMAN 1 Kepanjen (Smaneka), Sabtu (16/2/2019). Karpet inipun menjadi papan catwalk saat parade busana sejumlah model yang diperankan pelajar setempat.

Sekitar 12 model dengan dandanan unik dan kostum eksentrik berjalan beriringan sepanjang karpet ini. Diiringi musik, parade model ini pun mengundang sorak bersahutan para audien.

Parade busana model ini menjadi ajang pencarian sang Ratu dalam acara Gelar Karya Cipta (GKC) ke-11 Smaneka. Pertunjukan ini memang menjadi ikon kreativitas kebanggaan pelajar SMAN 1 ini selama bertahun-tahun.

  • Save

“Selanjutnya….. Ini dia sang Ratu GKC 11 Smaneka tahun ini,” kata host GKC ke-11 beberapa detik menjelang penobatan juara parade busana oleh Ratu GKC tahun sebelumnya.

Ratu GKC-10 lalu menghampiri Ardhini Rahmania Agatha, siswi kelas X-IPS4, dan memilihnya sebagai Ratu GKC-11. Ini setelah penilaian kreativitas dan penampilan terbaiknya saat parade. Model Ratu ini mengenakan kostum bertemakan Piala Dunia dengan replika tropi sebagai penutup kepala.

Sebagai juara runner up, ditetapkan Putri Amanda Revalestina, siswi kelas XI-MIA2. Terbaik lainnya, adalah Najwa Putri Islamay (X-IPS3) juara best costume. Ada juga model favorit yang dipilih, yang dinobatkan kepada Indri Cahyaningrum (XI-MIA1).

  • Save

Kesan eksentrik dan unik bertemakan atribut olahraga begitu tampak pada kostum setiap model. Ada busana layaknya atlet wushu dengan pedang di tangannya, atau putri Jepang khas dengan payung antik.

Ada pula model berpenampilan seorang srikandi dengan busur panahnya. Seorang model lain berbusana cukup simpel dengan dayung perahu. Hampir semuanya mengenakan kostum dengan pernak-pernik olahraga yang berpadu motif-motif khas negara di dunia.

“Pemilihan Ratu GKC dalam parade busana ini berdasarkan beberapa penilaian, dan dilakukan merata (pembobotannya),” kata ketua panitia GKC-11 Smaneka, Mokh. Ikhwan Yusuf, Sabtu (16/2/2019).

Aspek yang dinilai, lanjutnya, diantaranya proses latihan, motif busana, penggabungan ide budaya, dan penampilan model sendiri dalam memeragakan busananya.

Kepala SMAN 1 Kepanjen Sugeng Satrio Utomo MPd mengungkapkan, digelarnya ajang seperti GKC untuk memberikan pengalaman lain kepada siswa unjuk kreasi sesuai minat dan bakatnya.

“Kemampuan akademik siswa memang harus diseimbangkan dengan keterampilan sesuai bakat, agar kelak juga bermanfaat di kehidupan nyata,” kata Sugeng. [min]

About Choirul Amin

Founder PT. Cendekia Creatindo

View all posts by Choirul Amin →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *