ads

Maksimalkan Penguasaan Kompetensi, Drilling Pelajar SMK Mutu Jadi Solusi

  • Save

inspirasicendekia.com, MALANG – Sekolah daring harus diberlakukan selama masa pandemi hampir setahun lalu. Agar penguasaan kompetensi tidak ketinggalan, alternatif pembelajaran lain harus diberikan kepada para siswa pada semester ini.

Pilihan pembelajaran perpaduan luring (tatap muka) tetap harus diberikan di sejumlah sekolah kejuruan (SMK). Ini mengingat pada semester genap ini, banyak tuntutan kompetensi yang harus dikuasai dan diterima secara langsung.

Di SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) Kabupaten Malang misalnya, drilling materi kompetensi kejuruan menjadi pilihan. Pembelajaran langsung diberikan terus menerus selama beberapa waktu di sekolah, namun tetap dibatasi jumlah pesertanya.

“Semester ini kurikulum blended diterapkan, dengan tetap memberi pengayaan materi produktif langsung di workshop atau bengkel sekolah, selain daring. Selama drilling, satu kompetensi harus dihabiskan beberapa kali, dilanjutkan seterusnya,” jelas waka Kurikulum SMK Muhammadiyah 7, Martono, Selasa (5/1/2021).

Menurut Martono, drilling dengan sistem block ini sebagai upaya memaksimalkan penguasaan kompetensi keahlian produktif siswa sesuai program keahlian masing-masing. Terutama bagi siswa kelas X, dan kelas XI yang harus menjalani masa praktek kerja industri (prakerin) atau magang kerja.

  • Save

Pilihan pembelajaran ini, lanjutnya, agar siswa tidak ketinggalan kemampuan produktifnya, dan tidak gagap nantinya saat magang kerja di industri/dunia kerja (IDUKA).

“Drilling ini jelas sangat penting dan dibutuhkan. Ya, agar tidak terjadi kesenjangan penguasaan kompetensi keahlian yang harus dikuasi,” tegasnya.

Karuan saja, dari evaluasi sementara pembelajaran daring yang dilakukan semester sebelumnya, kesenjangan ini terjadi. Dikatakan, sebagian siswa misalnya masih hanya mengenal gambar dan alat kerja dari materi daring.

“Nah, mengenali dan mengoperasikan alat dan bahan yang sebenarnya ini yang nantinya akan banyak diberikan selama drilling langsung ini,” demikian Martono. [amn]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *