Jaringan Mitra Industri Mapan, SMKN 1 Singosari Rintis Center of Excellence

inspirasicendekia.com, MALANG – Pembangunan Sumberdaya Manusia (SDM) Indonesia menjadi tantangan melalui program pendidikan kejuruan ke depan. SMKN 1 Singosari Kabupaten Malang mempersiapkn diri menjadi Center of Excellence bagi pengembangan sumberdaya unggul tersebut.

Komitmen kesiapan menjadi rintisan Pusat Keunggulan bagi pengembangan sumberdaya manusia ini seperti diungkapkan Kepala SMKN 1 Singosari, H Imam MT, Rabu (26/2/2020).

“Program Revitalisasi di SMKN 1 Singosari ini nanti mengarah ke pengembangan SDM. Kami siap mengarahkan potensi yang ada menjadi Center of Excellence, setidaknya bagi lembaga kejuruan sekitar,” kata Imam.

Dikatakan, komitmen ini juga sudah banyak diawali dengan melengkapi perangkat IT (digitalisasi) dan multimedia. Jadi, fasilitas penunjang sudah terkoneksi dan berbasis IT. Ia lalu mencontohkan, dikembangkannya kerja sama dengan vendor web master untuk aplikasi presensi siswa, juga bagi guru dan layanan lainnya.

“Sudah diterapkan berbagai aplikasi presensi online, termasuk nantinya dikembangkan pelaporan prakerin secara online. Selama ini, perangkat IT yang sudah dijalankan juga sistem aplikasi yang mendukung pembelajaran dan ujian siswa,” bebernya.

SMKN 1 Singosari sendiri sudah menjadi sekolah Rujukan dan sasaran Program Revitalisasi SMK Kemendikbud beberapa tahun terakhir. Menurut Imam, ini cukup menjadi modal bagi SMKN 1 Singosari membangun kesiapan menjadi Center of Excellence.

Selain itu, SMKN 1 ini juga ditetapkan sebagai Science-Technopark dalam program pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singgosari menjadi salah satu penyangga KEK Bromo-Tengger-Semeru.

Dikatakan Imam, SMKN 1 Singosari juga cukup kuat dukungan dari jaringan mitra industri yang sudah mapan. Sebagian besar bahkan sudah menjadi industri pasangan yang selalu membantu memperkuat kompetensi guru dan siswa, terlebih pada pengembangan bidang teknologi rekayasa.

Dukungan kerja sama sejumlah mitra industri mapan ini terbangun dalam beberapa kelas industri dan unit-unit keahlian pada program keahlian masing-masing.

Imam merinci, dukungan kuat industri yang ada, diantaranya dengan PT Trakindo dan PT Boma untuk kompetensi Teknik Alat Berat, PT Komatsu dan INKA untuk teknik pengelasan, PT Mitshubisi Motor dengan TKR, Honda untuk Teknik Sepeda Motor, dan PT Petrokimia untuk Teknik Pemesinan dan Otomasi Industri.

“Peralatan teknologi terkini yang memang menjadi hal yang masih harus terus dilengkapi. Tetapi, disisi SDM pengajar, kami sudah mensetarakan kompetensinya dan tersertifikasi profesi dari industri-industri besar tersebut,” demikian Imam. [min]

Berita Terkait