Jadikan Sterofoam Paving Ramah Ekologi, Santri Tazkia IIBS Juarai ISTEC

inspirasicendekia.com, MALANG – ANDA suka membuang begitu saja sterofoam bekas yang tak lagi digunakan? Eits….tunggu dulu! Karena, sterefoam pun bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan yang ramah lingkungan.

Ya, belum lama ini dua santri Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) Malang, mampu menyulap sterofoam menjadi blok-blok paving. Dan, hasil penelitian kemungkinan mengolah sterofoam dijadikan blok paving ini, setidaknya telah dibuktikan di ajang International Science Technology and Engineering Conference (ISTEC) 2019 di Bandung.

Fatimah Az Zahra, salah satu santri Tazkia IIBS yang jadi peserta di ajang ISTEC 2019 ini mengungkapkan, memanfaatkan sterofoam jadi paving ini berangkat dari keresahan pada limbah lingkungan yang digunakan manusia. Sementara, lanjutnya, kebutuhan masyarakat semakin meningkat terutama di bidang infrastruktur.

“Bangunan yang dibangun secara besar-besaran menjadikan hilangnya daerah tangkapan air secara signifikan. Nah, paving dari bahan brkas sterofoam ini bisa jadi alternatif, dan lebih ramah lingkungan,” terang Fatimah.

Yunita Fawziah dan Fatimah Az Zahra, adalah dua santri Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) yang menjadi satu tim ajang ISTEC. Keduanya berhasil unggul dan mengalahkan 160 tim dari 14 negara, dengan memperoleh medali emas di bidang engineering dalam gelaran internasional, yang diselenggarakan pada 13-16 Januari 2020 lalu.

Dalam gagasannya mereka berpendapat, sterofoam adalah zat non-biodegradable yang dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan. Terutama saat sterofoam memecah menjadi potongan-potongan kecil dan tidak dapat diurai selama seratus tahun.

Bekerja sama dengan dosen Teknik Sipil Universitas Brawijaya, Dr. Eng. Eva Arifi,
St. MT, dua santri jurusan Scienpreneur Tazkia ini melakukan penelitian dengan kurun waktu 3 bulan. Dengan membuat blok paving beton berpori menggunakan sterofoam sebagai salah satu bahan campuran.

Hasil penelitian menunjukkan, potensi besar untuk menjadi agregat alternatif dapat digunakan dalam trotoar beton berpori. Selain itu blok paving ini dapat membantu dan mempertahankan penyimpanan air ke dalam tanah.

Pembimbing lomba, Ustadz Maulidan Asrofil Anam, SSi menyatakan, sebelumnya ada seleksi yang dilewati oleh kedua santri SMA kelas XI itu. Hasilnya, kedua santri ini berhasil lolos dari total 350 peserta. Setelah itu, lanjutnya, tim Tazkia IIBS lolos bersama 160 peserta yang kemudian ditampilkan di final lomba ilmiah internasional tersebut. [rul]

Berita Terkait