Jadi Tuan Rumah, Kafilah UM Siap Kembali Juarai MTQMN ke-XV

Inspirasicendekia.com, MALANG – Menjadi tuan rumah even Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) ke XV 2017 ini membuat Universitas Negeri Malang (UM) memiliki peluang besar kembali menjadi juara umum. Terlebih, UM telah menyiapkan kafilah-kalifah terbaiknya untuk bisa kembali mengukir sejarah prestasinya di even dua tahunan ini.

DR Yusuf Hanafi, wakil ketua pelaksana MTQMN ke-XV 2017 mengungkapkan, kepanitiaan penyelenggara MTQMN ke-XV dilakukan bersama dengan Universitas Brawijaya. Kepanitian MTQMN dibentuk Dirjen Pembelajaran dan Kemahasisswa Kemenristek Dikti dan bakal digelar 28 Juli sampai 3 Agustus 2017 mendatang.

Dikatakan Yusuf, sebagai salah satu tuan rumah, UM tidak hanya menginginkan sukses penyelenggaraan, melainkan pula sukses prestasi dan dampak sesudahnya. Pihaknya berharap even MTQMN XV bisa menjadi percontohan MTQ nasional.

“Untuk sukses prestasi, UM mentargetkan kembali meraih juara umun MTQMN tahun ini. Jika tercapai, maka prestasi juara umum ini merupakan hattrik,” harapnya.

Dikatakan Yusuf, even MTQ dua tahunan ini dijuarai wakil UM pada tahun 2013 di Padang dan terulang pada 2015 di Depok. Sementara, untuk sukses dampak sesudah even, diharapkan MTQ bukan lah kering tanpa makna dan sekadar festival.

“Kami berharap even MTQMN sebagai awal untuk lebih membumikan Al Quran di kampus sekaligus di Bhumi Arema. Karena itu pula, penyelenggaraan yang jujur dan amanah harga mati sebagai hidmad nilai-nilai Alquran,” lanjut dosen Bahasa Arab ini.

Apakah UM cukup optimis kembali menjuarai even MTQMN tahun ini? Menurut Yusuf, persiapan sejaka pembibitan dan seleksi berlapis sampai pembinaan intensif sudah dilakukannya. Menurutnya, sejak 2016 lalu, ada seleksi jalur prestasi non akademik di bidang alquran. Dari seleksi tahun ajaran baru ini, dijaring minimal juara 3 terbaik provinsi dan
diterima di UM tanpa tes. Kemudian dilanjutkan seleksi berlapis. Ada seleksi MTQ tingkat universitas, selanjutnya seleksi best of the best dengan para kafilah mantan juara MTQ sebelumnya.

Selanjutnya, kata Yusuf, kami lakukan pembinaan panjang mulai Maret sampai Juli 2017. Kafilah calon peserta dikarantina tiap bulan 2 kali, juga dimagangkan di Pondok Assadzily Sumberpasir Pakis untuk mengaji smbil mondok.

“Kami targetkan meraih minimal 15 poin untuk juara. Tidak harus menang tiap bidang lomba. Ada empat andalan di lomba hifdzil quran, berikutnya qiroat sab’ah quran, fahmil qur’an beregu, kaligrafi putra,” katanya.

Yusuf menambahkan, potensi kafilah MTQMN wakil UM mempunyai karakter juara sendiri-sendiri. Total jumlah kafilah yang disiapkan 22 orang. Di ajang MTQMN XV nanti, mereka akan bersaing dengan sekitar 3 ribu kafilah peserta dari 277 kampus lainnya. [min]

Sebarkan berita:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *