Dosen Unira Ini Bantu Nelayan Hasilkan Energi Solar Cells untuk Produksi Pakan Ikan

449

Inspirasicendekia.com, MALANG – Nelayan atau petambak ikan kerap dihadapkan kelangkaan atau mahalnya ketersediaan pakan ikan. Dengan memanfaat energi terbarukan dari teknologi solar cell, produksi pakan perikanan menjadi lebih mudah dilakukan.

Pemanfaatan produk teknologi energi terbarukan solar cell ini dilakukan dosen Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang, Muhamad Mahrus Alie, S.Sos. Ini setelah Unira menerima hibah Diseminasi Produk Teknologi kepada Masyarakat 2018 dari program Hibah DIKTI untuk kali pertama tahun ini.

Diseminasi yang dilakukan Mahrus Ali bersama timnya ini berjudul “Teknologi Produksi Pakan Ikan Nelayan dengan Energi Terbarukan (renewable energy) Meningkatkan Pendapatan UMKM Nelayan di Malang, tepatnya di Desa Brongkal Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang.

“Kabupaten Malang mempunyai sejumlah sungai yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar, dimana potensi tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diseminasi teknologi solar cells produksi pakan ikan nelayan dengan spesifikasi solar cells dan mixer akan sangat membantu para petani ikan ini,” kata Mahrus Ali, Kamis (16/11/2018) di kantornya.

Dikatakan, produk teknologi alat pembuat pakan ikan dengan sumber listrik alternatif (renewable energy) ini menjadi solusi bagi nelayan. Dengan biaya ekonomis, namun mampu meningkatkan produksi pakan ikan, maka akan memudahkan nelayan dalam ketersediaan pakan ikan di lingkungan sekitarnya.

“Melalui program ini diharapkan dapat dihasilkan 1 set alat-alat teknologi solar cells produksi pakan ikan dalam meningkatkan pendapatan UMKM nelayan di Malang,” kata Mahrus.

Teknologi dengan energi terbarukan diyakini memenuhi syarat kemudahan, kenyamanan serta kecepatan dalam produksi pakan ikan di tambak-tambak nelayan. Produk teknologi ini, lanjutnya, dapat digunakan pada area terbatas, mudah dipindah maupun diangkut ke lokasi lain hanya dengan kendaraan truk/pickup.

“Bagi nelayan, produksi pakan perikanan budidaya dengan memanfaatkan hasil energi terbarukan tentunya sangat bermanfaat. Tidak perlu lagi biaya listrik dari PLN untuk produksi pakan ikan nelayan, sehingga dapat menekan harga jual,” umbuh Mahrus.

Luaran diseminasi produk teknologi berupa pemanfaatan teknologi solar cells produksi pakan ikan nelayan dengan spesifikasi solar cells dan mixer ini dihasilkan oleh LPPM Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang, dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.

Menurut Mahrus, keberadaan dan operasionalisasi teknologi produksi perikanan budidaya dengan energi alternatif ini juga diyakini mampu menciptakan berbagai peluang kerja seperti pedagang, buruh dan karyawan.

Akan tetapi, lanjutnya, pengetahuan nelayan terhadap produk teknologi produksi pakan ikan dengan energi terbarukan masih kurang. Sehingga, membutuhkan waktu yang lama untuk pelatihan, bimbingan dan diseminasi teknologi.

“Secara bertahap perlu ditambahkan jumlahnya, guna memenuhi target keberlanjutan dari program diseminasi ini,” tegasnya.

Program pengabdian masyarakat LPPM Unira Hibah Dikti ini diketuai RM Mahrus Alie, dan beranggotakan Dr. Muhammad Ikhsan Setiawan, MT, Agus Sukoco, ST., MM, dan Robbi Prayudha. Program ini didampingi oleh Robbi Prayudha, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kemenristek-Dikti. [rul]


Beri Komentar

Dapatkan notifikasi berita terbaru langsung dari perangkat Anda. Subscribe sekarang!

Berita Terkait