Dibuka Bupati Malang, Ribuan Atlet Guru Berebut Juara POR Guru SD 2020

inspirasicendekia.com, MALANG – Ribuan guru peserta bersaing menunjukkan kemampuan terbaik pada Pekan Olah Raga (POR) Guru SD (PJOK) Kabupaten Malang, Sabtu-Ahad (8-9/2/2020). Di ajang ini, mereka berebut tropi Piala Bupati Malang untuk tim kontingen kecamatan masing-masing.

Bupati Malang, HM Sanusi MM membuka secara resmi pelaksanaan kegiatan POR Guru Sekolah Dasa se Kabupaten Malang 2020 ini. Pembukaan POR ini ditandai dengan digelarnya upacara pembukaan bertempat di lapangan belakang SD Islam Bani Hasyim, Kecamatan Singosari, Sabtu (8/2) pagi.

Bupati Sanusi menyampaikan apresiasi khususnya atas terselenggaranya ajang POR yang khusus diikuti para guru SD se Kabupaten Malang ini.

“POR Guru SD se Kabupaten Malang ini baru pertama kali, dan mungkin digelar pertama di Indonesia. POR ini untuk gurunya, atletnya ini adalah para guru. Kelompok Kerja Guru (KKG) Olahraga telah berkreasi dan berinovasi, merintis hingga tergelarnya kegiatan POR ini,” bangga Bupati Sanusi usai apel pembukaan, Sabtu (8/2).

Bupati Sanusi lalu menyatakan, kegiatan POR Guru sangat mungkin dimasukkan ke agenda rutin tahunan yang pelaksanaannya juga bisa didukung penuh Pemerintah Kabupaten Malang. Nantinya, jika bisa diperebutkan piala bergilir bagi juara umum.

Ajang POR Guru SD (PJOK) ini sendiri mempertandingkan sejumlah cabor, antara lain bola voli putra/putri, tenis meja beregu campuran, bulu tangkis beregu, catur, sepak takraw dan bangkiak raksasa beregu.

Ketua KKG PJOK SD Kabupaten Malang, Mujianto mengungkapkan, secara umum 33 kontingen kecamatan turut memeriahkan POR Guru SD ini. Dikatakan, sebagian besar kontingen merata menurunkan tim di cabor yang dipertandingkan.

“Sekitar 1.200 lebih atlet yang bertanding adu kemampuan. Paling banyak dan merata diikuti kontingen tim adalah bola voli, juga lomba permainan bangkiak beregu yang didominasi peserta guru perempuan,” jelas Mujianto.

Dikatakan, POR Guru SD ini menjadi ajang meningkatkan kompetensi para guru yang mengampu olahraga di SD. Walau pada kenyataannya, juga diikuti guru lain sebagai ajang refreshing dan silaturahim sesama guru SD, sehingga kegiatan juga lebih meriah.

“Kami tetap memakai standar pertandingan resmi dengan wasit dari pengurus cabor. Sebagai penyemangat, tiap cabor diberi total hadir Rp 5 juta,” kata guru PJOK asal kecamatan Wajak ini.

Mujianto juga menyampaikan, berterima kasih atas dukungan semua pihak, sehingga POR Guru SD perdana ini benar-benar bisa terselenggara. Meski ada beberapa catatan evaluasi penyelenggaraan, menurutnya tidak mengurangi kesuksesan kegiatan. [min]

Berita Terkait