Berbakat, Dua Siswi SMAN 1 Sumberpucung Jadi Duta Kabupaten Malang

inspirasicendekia.com, MALANG – Kabupaten Malang memiliki profil pelajar berbakat yang bisa dibanggakan. Dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki, mereka cukup diandalkan dan menginspirasi bagi terbentuknya prestasi generasi muda kelak.

Profil pelajar hebat dan berbakat ini seperti melekat pada dua siswi SMAN 1 Sumberpucung, Kabupaten Malang. Keduanya adalah Mutiara Pasca Nanasya, dan Ainu Putri Rahmawati. Dengan bakat terbaiknya masing-masing, keduanya kini menjadi duta yang diharapkan bisa membanggakn Kabupaten Malang di beberapa kegiatan, tingkat provinsi Jawa Timur maupun nasional.

Mutiara Pasca Nanasya, kini tercatat sebagai Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Malang, sekaligus Pusat Konseling Remaja (PIK-R). Predikat yang disandangnya inipun cukup berat, karena ia harus bisa menularkan pola hidup berencana, sekaligus berkontibusi bagi lingkungan dan sebaya untuk mewujudkan harapan yang sama.

“Saya harus banyak memberi edukasi bagaimana berencana dalam berbagai aspek, baik pendidikan, bekeluarga, atau sukses berkarir nantinya. Harus punya ide-ide kreatif untuk bisa memotivasi sekaligus penyadaran terkait masa depan keluarga yang berencana. Melalui pesan edukasi, harus pandai-pandai berinovasi juga karena yang dihadapi juga usia remaja,” kata siswi yang juga masuk 10 besar finalis Festival Kreativitas Pelajar masa Pandemi Covid-19 Jawa Timur ini.

Ya, memberi edukasi generasi berencana harus banyak digeluti Mutiara Pasca, dan dilakukan dengan berbagai dan cara pendekatan. Diantaranya, ia kemas dalam Komunitas Kruyuk (Guyub Rukun), di PIK-R (konseling remaja), atau gazebo genre tempat bisa mengumpul banyak orang. Ia jug harus banyak membuat video edukasi terkait pelaksanaan tugasnya sebagai Duta GenRe Kabupaten Malang.

“Ya, paling berat tantangannya adalah di konseling remaja, saat menghadapi sebaya kurang asuhan, dalam kondisi keluarganya sedang broken (bermasalah). Berkomunikasi dengan sesama sebaya memang harus bisa lebih enjoy, sebagai sahabat dan keluarga, tidak seperti saat dengan guru BK,” jelas Mutiara.

Rencananya, juara 1 Duta GenRe yang juga juara2 PIK-R Kabupaten Malang ini harus mengikuti ajang pemilihan duta serupa tingkat Jawa Timur. Sejumlah konsep unggulan sebagai generasi berencana sudah disiapkan, agar bisa memotivasi remaja sebaya, namun juga menyentuh semua kalangan masyarakat umum.

Mutiara Pasca sendiri pernah tercatat sebagai finalis Kakang Mbakyu Kota Malang, meraih juara 3 lomba pidato Jawa Timur, Duta Pemuda Kota Malang, Putri Kartini Terfavorit, juga individual field commander (marching band).

Bakat membanggakan juga dimiliki Ainu Putri Rahmawati, siswi Kelas XI-IPA SMAN 1 Sumberpucung. Bahkan, kemampuan siswi ini tergolong tak biasa, karena bisa berprestasi dua bidang sekaligus, akademik maupun nonakademik cabang olahraga. Ia tercatat lolos passing grade Olimpiade Sains Nasional (OSN) mapel Matematika, juga merupakan atlet yunior andalan Kabupaten Malang cabor panahan.

Meski mengakui awalnya tidak begitu menyukai pelajaran matematika sejak SMP, nyatanya kegagalan bisa menjadi pelajaran berharga dan motivasi tersendiri bagi gadis ini. Berkat ketekunannya terus belajar pelajaran ini, kemampuannya pada mapel ini terus meningkat dan kini lebih disukainya.

“Pernah dapat skor sangat rendah, tapi kerja keras belajar membuahkan hasil. Saat kelas akhir SMP, nilai NUN dapat 100. Selanjutnya, rerata nilai ulangan harian saat SMA, 90-95. Alhamdulillah, pertama ikut OSN SMA, saya langsung lolos tingkat Jawa Timur,” kata Ainu Putri.

Dalam bidang olahraga sendiri, Ainu Putri merupakan atlet panahan junior andalan. Sejumlah medali juara dari berbagai kejuaraan sudah disumbangkan untuk Kabupaten Malang. Diantaranya, dua medali emas POR SD Jatim di Tulungagung (2015), 2 emas 2 perak dari Kejurda Open, dan 1 emas nomor beregu Kejurnas Panahan di Jakarta (akhir 2018).

“Popda Jatim yang rencananya digelar November 2020 mendatang, saya juga akan memperkuat tim cabor panahan Kabupaten Malang. Saya lebih diandalkan di nomor perorangan standard bow jarak di bawah 100 meter,” katanya.

Bisa membagi waktu mengembangkan bakat dan kemampuannya bisa sama-sama berprestasi membanggakan, sangat penting bagi Ainu Putri. Menurutnya, keduanya tetap harus dijalani secara seimbang, porsi belajar maupun latihan.

Ia pun mematahkan kekawatiran kebanyakan orang, bahwa akademik akan keteteran jika terlalu fokus kegiatan nonakademik. Menekuni panahan sejak dan kerap bertanding dalam kejuaraan, tidak sertamerta menjadikan hasil belajarnya jeblok.

Sebagai atlet junior panahan potensial, Puti Rahma berharap dukungan peralatan latihan panahan yang memadai selama latihan. Termasuk, kemudahan beasiswa nantinya, setelah memang banyak menyumbang medali bagi Kabupaten Malang. [min]

Berita Terkait