ads

Bekali Kemampuan Bahasa Inggris Aktif, Siswa Masanega Ikuti English Camp di Desa Inggris

Bekali Kemampuan Bahasa Inggris Aktif, Siswa Masanega Ikuti English Camp di Desa Inggris
  • Save

MTs Negeri Malang III (Masanega), Kabupaten Malang memiliki program layanan pembinaan khusus kemampuan bilingual bagi siswa-siswinya. Agar lebih terampil dan aktif berbahasa Inggris, Masanega menggelar kegiatan Smart Holiday English (Sholeh) Camp selama sepekan penuh.

Menariknya, kegiatan English Camp ini tidak digelar di sekolah seperti jam pembelajaran biasanya. Agar siswa lebih fokus mengasah kemampuan bahasa Inggris aktifnya, kegiatan dilokalisir di Desa Inggris, Randuagung Singosari, Malang. Desa Inggris ini memang sudah beberapa tahun terakhir menjadi pusat pembelajaran dan kursus bahasa Inggris layaknya Kampung Inggris di Pare, Kediri, Jawa Timur.

Waka kesiswaan MTsN Malang III Handik Kusmanto mengungkapkan,
English Camp di Desa Inggris, Randuagung Singosari ini diikuti sekitar 50 siswa. Para peserta ini sehari-harinya adalah siswa dua rombel kelas bilingual.

“Program khusus seperti English Camp ini kami agendakan tiap semester. Tujuannya, untuk penguatan kemampuan bahasa Inggris dan memberi pengalaman siswa terjun langsung mempraktikkan bahasa Inggrisnya,” terang Handik, Kamis (21/1/2016).

Smart Holiday English Camp Masanega ini dilaksanakan sepekan, selama 18-24 Januari 2016, bekerja sama dengan Indocita Foundation pengelola program Desa Inggris di Singosari. Selain belajar bahasa Inggris, siswa juga banyak diberi materi pembekalan motivasi diri dan berprestasi selama kegiatan.

Pembina kegiatan English Camp Anna menambahkan, kegiatan ini merupakan program pengembangan bahasa mengingat mereka yang berada di kelas bilingual adalah siswa-siswi yang punya kelebihan kemampuan di bidang bahasa. Di sana, siswa-siswi diberikan pembelajaran berbahasa inggris sejak mulai bangun jam 3 pagi hingga jam 11 malam. Kegiatannya dikemas dalam berbagai kegiatan yang menyenangkan, sehingga siswa-siswi termotivasi untuk aktif menggunakan kemampuan berbahasa mereka.

“Anak-anak diharapkan mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan lancar. Mereka juga diminta untuk berbincang langsung dengan para native speaker sehingga timbul rasa percaya diri mereka. Ngapunten baru bisa balas,” katanya.

Selain Smart English Camp di Desa Inggris yang diikuti siswa kelas 7-8, program serupa diberikan khusus kepada siswa kelas akselerasi yang dipusatkan di Kampung Inggris Pare, Kediri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *