Antusias, Kompetensi Guru Olahraga Butuh Penguatan dan Dukugan Sarpras

inspirasicendekia.com, MALANG – Tingginya antusiasme guru olahraga (PJOK) SD Kabupaten Malan perlu diimbangi perhatian lebih. Diantaranya, melalui penguatan kompetensi dan dukungan sarpras penunjang keolahragaan di sekolah.

Antusiasme tinggi ratusan guru olahraga SD ini ditunjukkan saat mereka mengikuti diklat singkat kepelatihan voli dan sepak bola selama tiga hari akhir pekan lalu. Diklat kepelatihan ini digelar Kelompok Kerja Guru PJOK SD Kabupaten Malang.

Pebry Tri Widodo, peserta kepelatihan yang juga guru PJOK SDN 1 Gampingan Pagak misalnya, menyatakan perlu mengikuti diklat, karena memang menurutnya sistem peraturan pertandingan olahraga ada yang berubah tiap tahun.

Diakui Pebry, sebagai guru olahraga ilmu kepelatihan yang dipnyainya masih kurang. Menurutnya, sistem dan inovasi teknik terbaru sangat penting diketahui seorang guru olahraga. Dengan lebih menguasainya, ia pun berharap
gar lebih maksimal menyiapkan bibit atlet usia dini andalan nantinya.

Pebry Tri sendiri mengaku beberapa kali menjadi pelatih di kecamatan Pagak untuk bola voli dan atletik kids SD. Namun, masih kerap mengalami keterbatasan soal sarpras penunjang bagi olahraga pelajar SD.

“Tetapi ya itu, peralatan olahraga kurang didukung di SD. Rata-rata sekolah belum punya. Saya sering membawa sendiri peralatan latihan dari rumah, karena keterbatasan sarana,” akunya.

Terpisah, narasumber teknis kepelatihan bola voli Damiran, juga membenarkan. Dari refleksi bersama peserta diklat, didapati memang secara umum guru PJOK SD kurang terdukung dengan sarana olahrga di sekolahnya.

Terkait hal ini, kata Damiran, para guru olahraga SD juga perlu terus didorong untuk meningkatkan kompetensinya, agar bisa menunjukkan kinerja dan hasil terbaik atlet usia dini berpotensi.

“Ya, semua kendala bukan tidak ada solusinya. Prinsipnya, guru didorong bisa menunjukkan kompetensi terbaik dan hasilkan prestasi kejuaraan. Saya yakin, dengan itu sekolah akan lebih peduli (sarpras dan pembinaannya),” tegas pria yang juga ketua komite perwasitan PBVSI Kabupaten Malang ini.

Dikatakan Damiran, penguatan kompetensi kepelatihan guru olahraga juga sangat dibutuhkan. Terlebih, banyak guru pengampu PJOK SD dari berbagai latar belakang yang beragam.

Menurutnya, peningkatan kompetensi melalui diklat kepelatihan yang diberikannya menjadi penting. Setidaknya, membekali kemampuan usia dini yang memang proyeksi hasilnya baru bisa dirasakan beberapa tahun berikutnya.

“Memang hasilnya akan bisa dirasakan beberapa tahun saat anak menjadi atlet usia remaja. Namun, dengan mencetak lebih banyak bibit atlet berbakat, maka akan lebih selektif atlet pelajar andalan nantinya,” demikian Damiran. [min]

Berita Terkait