Aini Rizqoh, Jadikan Prestasi Keteladanan dan Ajang terus Belajar

679

Inspirasicendekia.com, MALANG – Kabupaten Malang mendapatkan kado istimewa menjelang Hari Guru Nasional (HGN) 25 November mendatang. Kado prestasi ini dipersembahkan Aini Rizqoh, yang diditetapkan sebagai juara 1 seleksi nasional Anugrah Konstitusi 2018 di Bogor akhir pekan lalu.

Di ajang seleksi nasional yang diikuti 36 finalis guru dari sekolah dan madrasah se Indonesia ini, berturut-turut ditetapkan juara 1 Aini Rizqoh (Jawa Timur), juara 2 Hendrik (Jawa Tengah) dan juara 3 diraih Harsiana (DI Yogyakarta). Ketiganya merupakan pemenang seleksi Anugerah Konstitusi Tingkat Nasional 2018 jenjang SD/MI.

Nama Aini Rizqoh (36), guru SDN Girimoyo Karangploso, Kabupaten Malang ini, memang tidak asing lagi di deretan Guru Berprestasi di lingkup Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI. Bertahun-tahun, ia selalu aktif dalam seleksi guru dan menjadi salah satu yang terbaik. Tidak kurang dari 30 penghargaan pernah disandangnya sejak pertama kali mengajar 2005 silam.

Pada tahun ini, Aini Rizqoh menjadi juara 2 Guru Berprestasi Provinsi Jawa Timur. Sebelumnya, ia juga meraih juara 1 Simposium Guru Nasional Kemendikbud (2015), dan Finalis Lomba Inovasi Pembelajaran (2016). Berkat prestasi guru terbaik ini, Aini Rizqoh juga memeroleh apresiasi beasiswa dari Kemendikbud berupa studi singkat ke Australia dalam program Australia Awards Indonesia (AAI) pada Februari 2017 lalu.

“Sebenarnya ajang kompetisi lomba bagi saya adalah ajang untuk belajar dan berkarya, serta mempertajam ilmu, mengasah kemampuan, juga berbagi. Sedangkan hadiah hanyalah bonus,” demikian Aini Rizqoh memaknai prestasinya, Ahad (11/11) sore.

Baginya, kata Aini, yang terpenting adalah bagaimana guru harus mau terus belajar dan berusaha untuk bisa menjadi teladan, motivator, dan guru terbaik bagi anak didiknya. Karena, lanjutnya, satu keteladanan dair guru lebih baik daripada seribu nasehat.

“(Keteladanan) penting dalam pembentukan karakter anak didik. Jika gurunya baik, insya Allah anak didiknya juga akan baik,” imbuhnya.

Dari mengikuti kompetisi lomba, kata Aini Rizqoh, ia memiliki ruang dan kesempatan yang luas untuk terus belajar, kulakan ilmu sebanyak-banyaknya, sekaligus menjadi tempat mengaktualisasikan diri, berekspresi, belajar bersama dalam perbedaan persepsi.

Menurut Rizqoh, sebetulnya ikut lomba biasa baginya bahkan saat ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Dikatakan, Aini kecil sudah terbiasa naik panggung dan sering juara, mulai dari lomba puisi, pidato, hingga qosidah. Motivator terbesar baginya adalah sang ayah, H. Asnuchin (alm), yang wafat November 2015 silam. Baginya, sang Ayah merupakan guru hebat. [rul]


Beri Komentar
Berita Terkait