Studi Tugas Akhir Mobil Listrik, Mahasiswa Jerman Magang di SMK Mutu

338

inspirasicendekia.com, MALANG – SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) Gondanglegi Kabupaten Malang menjadi jujugan mahasiswa asing, Senin (18/3/2019). Sejumlah lima mahasiswa asal Jerman melakukan studi banding dan magang di SMK Rujukan Nasional ini.

Kelima mahasiswa ini memang tengah menyelesaikan tugas akhir kuliah tentang engineering dari kampusnya, Rhein Main University of Germany. Selama sekitar sepekan, mereka harus magang di SMK Mutu untuk belajar semua hal yang dibutuhkan.

Sebelum melakukan observasi kegiatan pembelajaran praktikum di sejumlah program keahlian, lima mahasiswa asing ini dihadirkan di tengah-tengah siswa dan guru SMK Muhammadiyah 7 saat seremoni penyambutan di aula SMK setempat.

Di hadapan para siswa SMK Mutu, mereka menyempatkan berinteraksi dengan memperkenal diri sekaligus kultur di negaranya. Setelah itu, lima mahasiswa Jerman ini menunjungi pusat workshop dan teaching factory yang dimiliki SMK tersebut.

DR Harly, tenaga ahli SMK Muhammadiyah 7 yang menjadi fasilitator studi banding mahasiswa Jerman ini mengungkapkan, lima mahasiswa tersebut memang mendapatkan tugas akhir dengan obyek penelitian tidak hanya di Eropa, namun juga di negara berkembang di Indonesia.

“Obyek yang mereka teliti soal enginering dan international management. Kementerian Pendidikan menunjuk P4TK/VEDC Malang dan SMK Mutu ini untuk tempat magang selama studi tugas akhir mereka,” kata Harly, Senin (18/3/2019) siang.

Dikatakan, obyek studi engineering yang diteliti di SMK Mutu karena sekolah ini pernah mengembangkan mobil listrik tenaga surya. Menurutnya, yang banyak dipelajari nantinya tentang kelistrikan otomotif, termasuk motor penggerak dan kontrol yang bersumber dari listrik yang digunakan.

“Kami akan jelaskan tiap bagian (part) atau kerja listrik secara untuh pada mobil. Termasuk motor serta kontrol dan manajemen baterainya,” beber pria yang juga widyaiswara VEDC Malang ini.

DR Harly juga berharap, tetap mendapatkan umpan balik dari mahasiswa Jerman yang magang.

“Diharapkan nanti mahasiswa Jerman ini juga bisa bertukar rumus dari negara untuk dipelajari di sini. Termasuk simulasi dan pemodelan matematis yang harus diwujudkan dalam plan-plan,” demikian Harly. [rul]


Beri Komentar
Berita Terkait