Sosialisasi Ideologi dan Sejarah Bangsa: Meneguhkan Jati Diri Bangsa untuk NKRI

MALANG – Penguatan pemahaman ideologi sebagai fondasi penting dalam membangun bangsa perlu terus dilakukan. Ini banyak ditekankan dalam acara Sosialisasi Ideologi dan Sejarah Bangsa, yang digelar Badan Kesbangpol Kabupaten Malan, pada Rabu (26/11/2025).

Sosialisasi Ideologi dan Sejarah Bangsa ini diikuti perwakilan peserta dari berbagai unsur organisasi masyarakat. Narasumber sosialisasi, dua anggota Komisi I DPRD Kabupaten Malang, yakni Abdul Ghofur dan Fakih Pilihan. Selain itu, materi disampaikan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Malang.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Malang, Agus Widodo menyampaikan, kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan dengan berbagai topik telah dilakukan selama 2025 ini.

“Kegiatan wawasan kebangsaan, termasuk penguatan ideologi dan sejarah bangsa hari ini, adalah bagian dari upaya memperkuat karakter dan identitas nasional,” terang Agus Widodo, Rabu (26/11/2025) petang.

Sosialisasi penguatan wawasan kebangsaan itu, menurutnya juga sejalan dengan program Asta Cita pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

“Dalam situasi global yang serba cepat dan dengan kuatnya arus berbagai informasi, pemahaman terhadap nilai-nilai luhur idelogi dan perjalanan sejara NKRI ini semakin penting,” tandas Agus Widodo.

Abdul Ghofur, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi Partai NasDem juga menyampaikan, penguatan ideologi menjadi fondasi penting dalam membangun bangsa.

“Menguatan ideologi bangsa wajib dilakukan, karena sebuah bangsa hanya dapat berdiri kokoh apabila masyarakatnya memahami jati diri, nilai dasar kehidupan berkebangsaan, serta sejarah perjuangan para pendahulu bangsa,” tandasnya.

Melalui kegiatan ini, peserta juga diajak kembali memahami nilai-nilali Pancasila sebagai dasar negara, sumber hukum, dan perekat persatuan bangsa.

Abdul Ghofur juga menyoroti pentingnya sejarah bangsa sebagai cermin perjalanan panjang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dimana, sejak dari masa kerajaan Nusantara hingga era reformasi, rangkaian peristiwa sejarah telah membentuk identitas nasional dan bangsa yang harus terus dipelihara.

“Dengan memahami sejarah, masyarakat terutama generasi muda, diharapkan tidak mudah terprovokasi dan terpecah belah. Tetap selalu punya kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” tandasnya.

Di tengah tantangan globalisasi, radikalisme, dan polarisasi yang mengancam persatuan, menurutnya sosialisasi ideologi dan sejarah bangsa menjadi salah satu cara memperkuat ketahanan nasional.

Melalui kegiatan ini, kata Ghofur, peserta diberikan pemahaman agar dapat menjadi warga negara yang kritis, cinta tanah air, serta mampu menjaga persatuan dan integritas bangsa. (*)

Sebarkan berita:

About Choirul Amin

Founder PT. Cendekia Creatindo

View all posts by Choirul Amin →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *