Puncak HUT 74 dan HGN, PGRI Dorong Kemajuan Guru dan Solidaritas Sesama

inspirasicendekia.com, MALANG – Solidaritas dan dorongan bagi kemajuan sesama guru tetap dibangun PGRI Kabupaten Malang, Minggu (8/11). Dalam acara puncak peringatan HUT ke-74 dan Hari Guru Nasional (HGN) yang digelar di Stadion Talok Turen, kemajuan guru menjadi aspirasi dan komitmen bersama yang dijunjung tinggi.

Semangat dan komitmen memajukan pendidikan dan guru inipun beberapa kali disuarakan dalam yel-yel bersama, yang dipimpin Bupati Malang, DR M Sanusi. Ini dilakukan di atas panggung, didampingi segenap pengurus PGRI Kabuaten Malang, beberapa saat sebelum pemberangkatan gerak jalan sehat.

Dalam sambutannya, Bupati Sanusi mengajak para guru bersama-sama turut memajukan Kabupaten Malang di bidang pendidikan. Ia pun berharap, perhatian pemerintah lebih baik bagi kesejahteraan guru, khususnya honorer atau GTT/PTT.

“Kita memang harus menjadi bangsa maju sesuai harapan Presiden Jokowi. Kami akan terus mengupayakan kesejahteraan guru agar lebih baik. Semoga, tahun depan gaji GTT bisa sesuai UMR (Upah Minimum Regional),” tegas Sanusi, disambut aplaus ribuan guru peserta jalan sehat.

Acara Puncak HUT ke-74 PGRI HGN 2019 Kabupaten Malang ini diikuti puluhan ribu. Dalam kesempatan ini, pengurus PGRI juga menunjukkan solidaritas menghimpun dana Peduli Guru.

Bupati Sanusi juga menyempatkan menyerahkan secara simbolis bantuan Peduli Guru PGRI ini. Diantaranya, diberikan kepada Bu Reny Susilowati sejumlah Rp 58,5 juta, pensiunan CPNS yang terpaksa tidak bisa mendapatkan hak pensiunnya akibat regulasi PP 11/2017.

Menurut Ketua PGRI Kabupaten Malang, Dwi Sucipto SH MPd, guru yang bersangkutan sebelumnya menjadi GTT selama 22 tahun, dan baru diangkat CPNS sejak Agustus 2014 silam.

“Sebagai guru berijazah PGA, bulan Juli 2019 lalu ia diberhentikan dengan hormat tanpa Hak pensiun. Tetapi, karena terkena regulasi PP 11/2017, terpaksa ia harus mengembalikan Gaji hingga totalnya Rp 65 juta. Padahal, ia hanya mendapatkan pesangon sebesar Rp 7 juta,” beber Dwi Sucipto.

Bantuan Peduli Guru lainnya, lanjut Dwi, diberikan kepada Yuliati, seorang GTT yang rumahnya sempat mengalami rusak diterjang puting beliung, sebesar Rp 5 juta. Bantuan serupa juga diberikan kepada TK PGRI 2 Sumberpucung senilai 13 juta, yang mengalami rusak akibat musibah angin November lalu.

Bantuan lain yang diserahkan Bupati berupa 500 buah kacamata baca gratis, yang diberikan kepada perwakilan guru honorer dan siswa SD. Bantuan ini hasil kerja sama PGRI dengan Lion Club Universitas Brawijaya Malang. [min]

Berita Terkait