Prihatin Ekses Kasus Pelecehan Oknum Guru, Alumni Datangi SMPN 4 Kepanjen

inspirasicendekia.com, MALANG – Puluhan warga mendatangi SMPN 4 Kepanjen Kabupaten Malang, Selasa (10/12) siang. Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan atas kasus yang merugikan banyak pihak, akibat ulah oknum bekas guru setempat.

Peserta aksi tiba Jalan Kawi Kepanjen lalu berhenti di depan pintu gerbang SMPN 4 sekitar pukul 13.20 WIB. Mereka datang sambil membentangkan spanduk putih bertuliskan Save SMPN 4 Kepanjen.

Tampak puluhan tanda tangan tertulis pada spanduk berukuran jumbo ini. Di bawah tanda tangan, sebagian bertuliskan inisial pemilik, yang menyatakan sebagai alumni SMPN 4, yang lulus pada tahun berbeda-beda. Juga, ada sejumlah warga yang mengatasnamakan dari beberapa organisasi mahasiswa dan ormas.

“Stop Kejahatan Seksual!!”, “Lindungi Para Korban Tangan Keji!”, begitu sebagian pesan yang dibubuhkan bersamaan dengan tanda tangan aksi ‘Save SMPN 4 Kepanjen‘ ini.

Inisiatif kedatangan alumni dan warga ini didampingi khusus organisasi Arek Kepanjen (AK). Organisasi sosial ini menyatakan diri mewakili masyarakat Kepanjen, yang prihatin atas kejadian meresahkan yang merugikan sejumlah siswa dan lembaga ini.

Tak hanya peserta aksi, penggalangan tanda tangan dukungan Save SMPN 4 Kepanjen terbuka bagi masyarakat umum atau pengendara yang melintasi jalan depan sekolah. Selang sekitar setengah jam, penggalangan tanda tangan dihentikan, dan spanduk besar dibentangkan hingga menutupi sebagian gapura pintu masuk SMPN 4.

Dalam rilisnya, Arek Kepanjen menyatakan 4 (empat) tuntutan yang harus disikapi pihak SMPN 4 Kepanjen. Diantaranya, meminta permohonan maaf secara terbuka ada masyarakat atas kejadian yang merugikan siswanya, dan melakukaan prmbenahan kembali layanan Bimbingan Konseling bagi siswa.

Organisasi ini juga meminta pihak SMPN 4 Kepanjen melakukan sosialisasi parenting, (pendampingan) hukum dan psikologis, baik bagi walimurid maupun siswa.

“Kami akan terus mengawalnya! (hingga semua tuntutan masyarakat Kepanjen melalui AK benar-benar dilakukan),” tegas Ketua Arek Kepanjen, Dian Cahyono.

Sementara, Kepala SMPN 4 Kepanjen Supriyanto menegaskan, pihaknya akan memprioritaskan penanganan psikologis anak korban secepat mungkin untuk menghindari trauma atas kejadian yang dialami.

“Ya, sesegera mungkin ada penanganan psikologis anak dari psikolog profesional. Tapi, menunggu pekan ujian semester selesai. Dan kami juga sudah berkoordinasi dengan UPPA Polres Malang,” kata Supriyanto.

Meski belum mengagendakan jadual pastinya, lanjut Supriyanto, secara internal pihaknya sudah banyak mengajak kegiatan positif siswa dengan lebih pendekatan psikologis.

“Banyak yang bisa dilakukan, seperti memberi apresiasi dan motivasi bagi siapapun siswa, atas kegiatan positif yang diikutinya. Nah, ke depan akan lebih dibangun mental mereka, agar lebih berani dan mau terbuka pada siapapun. Ya, insya Allah cukup sekali ini saja kejadian ini,” ungkap Supriyanto. [min]

Berita Terkait