Pengisian PDSS SNMPTN 2020 Telah Dibuka, Apa Saja Tahapannya?

inspirasicendekia.com, MALANG – Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) tengah berlangsung. Pengisian data yang dilakukan pihak sekolah ini dijadwalkan berakhir pada 8 Februari 2020 tengah malam.

PDSS wajib dilakukan pihak sekolah agar siswanya dapat mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur SNMPTN. Lantas, bagaimana prosesnya?

Dilansir dari laman resmi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), masa PDSS ini diperuntukkan bagi sekolah untuk mengisikan rekam jejak kinerja sekolah dan prestasi akademik siswa dengan lengkap dan benar.

PDSS sendiri merupakan database yang dijadikan sumber utama dari SNMPTN. LTMPT dalam hal ini melakukan pengelolaan dan pengolahan data untuk kepentingan seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur SNMPTN.

Tahapan

Sebelum mengisi PDSS, sekolah dan siswa (SNMPTN, UTBK, atau SBMPTN) wajib membuat akun LTMPT.

Sementara itu, terdapat beberapa tahap pengisian PDSS, yaitu:

  1. Sekolah melakukan pengecekan NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) di laman PDSS.
  2. Kedua, sekolah harus memastikan bahwa NPSN dan data tentang sekolah sudah benar serta terverifikasi di PDSPK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  3. Kepala sekolah atau yang ditugasi, mengisikan keseluruhan data siswa kelas XII di PDSS lewat laman https://portal.ltmpt.ac.id

Pemeringkatan

Sebagai informasi, tidak seluruh siswa dapat mengikuti SNMPTN 2020. Hanya siswa yang masuk dalam pemeringkatan saja yang bisa mendaftar SNMPTN.

Pemeringkatan dilakukan sekolah berdasar nilai pelajaran yang telah ditentukan LTMPT, yaitu:

  1. Jurusan IPA: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, dan Biologi
  2. Jurusan IPS: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Ekonomi, dan Geografi
  3. Jurusan Bahasa: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Antropologi, dan salah satu bahasa asing
  4. SMK: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Kompetensi Keahlian (teori kejuruan dan praktik kejuruan)

Adapun kuota siswa yang bisa mendaftar pada SNMPTN 2020 didasarkan pada akreditasi sekolah.

Sekolah dengan akreditasi A, nantinya sebanyak 40 persen siswa terbaik dapat mendaftar SNMPTN 2020. Sementara, sekolah berakreditasi B mendapat jatah sebanyak 25 persen siswa terbaik di sekolahnya. Sedangkan sekolah dengan akreditasi C dan lainnya sebanyak 5 persen jumlah siswa terbaik yang bisa mendaftar.

Disebutkan, dalam pemeringkatan ini sekolah dapat menambahkan kriteria lain seperti prestasi akademik, jika terdapat siswa dengan nilai yang sama.

Setelah sekolah melakukan finalisasi PDSS, nantinya LTMPT melalui PDSS akan menerbitkan daftar siswa yang layak untuk mendaftar SNMPTN 2020, sesuai hasil pemeringkatan sekolah.

Sanksi

LTMPT menegaskan, akan memberikan sanksi bagi sekolah dan/atau siswa yang terbukti melakukan kecurangan. Bagi sekolah, sanksinya adalah tidak diikutsertakan dalam SNMPTN tahun berikutnya. Sedangkan, bagi siswa yang dinyatakan lolos SNMPTN dan terbukti curang, akan dibatalkan status kelolosannya. (*)

Berita Terkait