Parade Fashion Smaneka, Karya Orisinil Pelajar Gambarkan Pesona Nusantara

inspirasicendekia.com, MALANG – Nuansa pesona Nusantara tersaji di lapangan outdoor SMAN 1 Kepanjen (SMANEKA), Sabtu (22/2/2020). Khazanah kekayaan budaya Indonesia terlukis pada busana yang membalut para model yang memeragakan fashion parade siang itu.

Secara bergantian para model parade busana ini berjalan dan bergaya, melintasi karpet merah yang terhampar di lantai lapangan. Beberapa kali aksi mereka pun mendapat teriakan dan kesan bagi ribuan pelajar SMAN setempat yang berada di sisi lapangan.

Busana unik yang dikenakan para model ini tak lain adalah karya orisinil sejumlah siswa berbakat SMANEKA. Tak seperti busana kasual umumnya, karena memang didisain menonjolkan asesoris yang melukiskan pesona nusantara dengan ikon kekayaan flora-fauna yang dimiliki.

Ada busana yang tampak menonjolkan pesona pantai Malang Selatan dengan tongkat yang ada Topeng Malangan-nya. Busana lainnya,

Peragaan parade fashion ini memang menjadi acara utama Gelar Karya Cipta (GKC) SMANEKA. Karya kreatif siswa ini juga diberi apresiasi dengan sejumlah kategori penghargaan. Diantaranya, penghargaan costume terbaik, terfavorit, dan Ratu GKC.

Penghargaan the best costume misalnya, diraih model yang membawakan karya busana Alvian Maysarah dan Alfina Dwi Anjani, keduanya siswi kelas XI-MIA5 SMAN 1 Kepanjen. Dalam busana ini, motif alam Papua menjadi tema yang diangkat.

“Kami tambahkan asesoris bunga Bangkai dari kertas limbah kantong semen. Di bagian mahkota, diperbanyak hiasan bulu memggambarkan burung Cenderawasih,” Kata Alfina Dwi Anjani, yang juga menjadi disainer busana in.

Ia mengaku membutuhkan waktu hingga sebulan membuat kostum untuk parade busana ini. Kostum harus ditambahkan komposisi bahan bekas daur ulang hingga 15 persen dan lukisan manual untuk kain, pengerjaan kostum banyak dilakukan di sekolah di sela-sela waktu istirahat.

“Tema kostum ini sekaligus mengkampanyekan untuk menjaga kekayaan alam dan lingkungan. Ini karena flora dan satwa marak diperjualbelikan secara liar,” demikin Alfian. [min]

Berita Terkait