Jalani Pengobatan Komplikasi, Siswi SDN di Malang Ini Butuhkan Donasi

745

Inspirasicendekia.com, MALANG – Selfi Agista Putri, siswi SDN 01 Pandansari Poncokusumo Kabupaten Malang pengidap penyakit komplikasi jantung kronis, kini tengah ditangani pihak RS Saiful Anwar Kota Malang. Untuk mengangkat penyakitnya, masih dibutuhkan donasi biaya operasi medis bagi si pasien.

Putri pasangan Harno dan Suliyah, warga Dusun Baran Wonosari, Pandansari Kecamatan Poncokusumo, ini dibawa ke RSSA setelah diketahui kondisinya oleh pihak pemerintah setempat. Terlebih, setelah sejumlah bantuan diberika berbagai pihak karena memang kondisi perekonomian keluarganya yang memprihatinkan.

“Sebagian hasil donasi sudah mulai terkumpul, dan sebagian telah diserahkan. Ada yang langsung diberikan kepada keluarga, ada juga yang dititipkan melalui kades atau pamong desa setempat” ungkap Ahmad Kusaeri, Koordinator Badan Pekerja LSM ProDesa, yang turut memprakarsai pengobatan pasien Selfi Agista, Selasa (30/7/2019).

Selfi Agista Putri sendiri kini sedang dirawat inap di Ruang Anak 7B – RSSA. Ia sebenarnya diketahui mengidap komplikasi penyakit jantung, paru-paru bengkak, dan ginjal sejak setahun lalu. Namun, karena belum tercover KIS-JKN orang tuanya tidak bisa melakukan pengobatan mandiri.

Rumah tempat tinggal orang tua pasien.

Sementara, kondisi rumah orang tuanya juga sangat memprihatinkan dan tak layak huni.

“Rumah orang tua pasien sangat tak layak huni. Sehari-hari bapaknya bekerja sebagai buruh tani dan merawat ternak milik orang lain,” kata Kusaeri.

Sejumlah bantuan dermawan sudah diserahkan langsung kepada keluarga pasien yang tengah menunggui di RSSA, Senin (29/7) kemarin. Seperti dari pihak yang mengatasnamakan PGRI kecamatan Poncokusumo, SD se korwil Dinas Pendidikan, pengurus dan anggota kwaran dan PAG Poncokusumo. Total bantuan yang diberikan setidaknya Rp 9 juta.

Donasi bagi Selfi Agista juga digalang melalui LSM ProDesa via rekening BRI 0429-01-025014-50-5 atas nama bendahara Surty Hartatik.

Menurut Kusaeri, donasi yang dikirim via rekening, akan diserahkannya nanti setelah rekening donasi ditutup. Sedangkan, donasi dalam bentuk uang tunai, akan langsung disalurkankan kepada korban melalui pemdes setempat.

“Hari ini teman-teman ProDesa juga meluncur ke kantor desa untuk menyerahkan sebagian donasi tunai kepada pihak pemdes,” kata Kusaeri. [amn]

Berita Terkait