ads

HPSN, Tekadkan Pemuda Jadi Agen Pembaharu Bebas Sampah

  • Save

inspirasicendekia.com, MALANG – HARI Peringatan Sampah Nasional (HPSN) 2021 ini menjadi makna sendiri bagi para aktivis lingkungan, khususnya yang selama ini peduli persoalan sampah. Ada tekad kuat agar pemuda mampu menjadi agen lingkungan menuju Indonesia bebas sampah.

Semangat ini yang setidaknya juga diusung para muda-mudi yang tergabung dalam komunitas Green Millenial Ngalam Creative (GMNC) asal Kabupaten Malang Jawa Timur. Bermula dari keprihatinan terhadap masalah sampah, relawan aktivis lingkungan ini tak berpangku tangan melihat kondisi lingkungan sekitar yang ada.

“Kami bertekad untuk menjadikan pemuda sebagai agen perubahan dalam mewujudkan Indonesia bebas sampah. Setidaknya bisa diawali dari setiap anggota relawan di lingkunya sehari-hari,” demikian Ketua GMNC Kabupaten Malang, Farikhatul Azizah, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Sampah Kantong Plastik Bisa Menjadi Pembunuh!

Aksi peduli persampahan sudah diinisiasi beberapa kali oleh komunitas lingkungan in. Sebut saja, melakukan pendampingan wisata di desa Bangelan, atau bakti lingkungan di wisata kelurahan Cepokomulyo Kepanjen.

“Sampah menumpuk bisa mencemari lingkungan dan berbahaya bagi manusia. Jika tidak tertangani dengan baik, bisa bayangkan 5-10 tahun ke depan lingkungan kita,” tegas Azizah.

Dikatakan, menumpuknya sampah tidak sekadar dikelola agar tidak mencemari lingkungan. Akan tetapi, bisa lebih dimanfaatkan dengan diolah dan didaur ulang.

“Sampah yang awalnya terbuang begitu saja juga bisa diolah dan dipilah, untuk dijadikan suatu hasil karya yang memiliki nilai jual,” jelasnya.

Bersama anggota relawan lainnya, komunitasnya juga memilah sampah organik, menjadi bahan dasar untuk salah satu bahan ketahanan pangan skala kawasan. Hasil olahan sampah ini juga, lanjut Azizah, bisa menjadi produk dalam bentuk magot, tanaman, atau pupuk.

GMNC bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang sendiri menggelar sejumlah kegiatan memeringati HPSN yang sejatinya jatuh pada 21 Februari lalu. Diantaranya, seminar offline diikuti para kader lingkungan di TPA Talangagung Kepanjen hari ini, Selasa (2/3/2021).

Sejumlah pengetahuan masalah sampah dan kebijakan pengelolaannnya dibahas dalam dua acara ini. Peserta juga diajak praktik langsung sampah agar tetap bisa dikelola dan diolah kembali tanpa mencemari lingkungan. [amn]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *