Desta Miracle, Pesepatu Roda Yunior yang Tak Gamang Turun Kejurnas

inspirasicendekia.com, MALANG – Sirkuit lintasan sepatu roda di berbagai tempat sudah tak asing bagi Desta Miracle Restu (13), atlet sepatu roda yunior andalan Kabupaten Malang. Di usianya yang masih belia, lintasan dan persaingan di level nasional menjadi pengalaman yang terus menempa atlet ini.

Ya, mengenal sepatu roda sudah dialami Desta Miracle sejak usia PAUD, dilanjutkan berlatih dan bergabung dalam klub saat ia masih duduk di bangku TK.

Desta mengungkapkan, selama menekuni sepatu roda sudah puluhan medali berhasil dikoleksinya dari berbagai even kejuaraan.

“Dari even kejuaraan nasional dan provinsi saja, setidaknya 10 medali emas Saya raih. Medali emas even nasional pertama kali saat masih kelas 5 SD,” kenangnya, ditemui inspirasicendekia.com, Senin (9/3/2020) siang

Selama ini, Desta Miracle bergabung dalam klub sepatu roda Kanjuruhan Inline Skate (KIS) Kabupaten Malang. Prestasi paling mutakhir, ia menduduki peringkat 2 pada Kejurprov Perserosi IV Jawa Timur yang digelar awal Maret 2020 lalu. Turun di nomor speed ITT 200 meter KU D putra, ia berhasil finish dengan catatan waktu 18,7 detik.

Atlet yunior yang kini pelajar SMPN 4 Kepanjen Kabupaten Malang ini tergolong memiliki motivasi dan tekad kuat menjadi atlet andalan. Dalam sepekan, ia tekun berlatih hampir tiap hari, bahkan bisa dua kali pagi dan sore.

Ketekunan berlatih dan beberapa kali prestasi berbagai kejuaraan yang diraih, juga mengantarkan Desta Miracle berkesempatan mengikuti ajang internasional dan bersaing dengan atlet negara lain.

Belum lama ini, ia menjajal even kejuaraan Arsec Open Asia di Thailand yang digela Februari 2020 lalu. Di even kejuaraan yang diikuti beberapa kelompok usia ini, ia juga bersaing dengan peserta dari India, Hong Kong, dan tuan rumah Thailand. Hasilnya, tiga medali mampu direbut pesepatu roda Desta Miracle dari sirkuit internasional ini.

“Saya turun mewakili tim Indonesia dan bertanding di Kelompok D. Satu tim ada sepuluh atlet. Saya mendapat satu perak, dua perunggu nomor speed,” kata Desta

Medali yang dikalungkan pada atlet Desta adalah perak dari nomor speed 300 meter, juga dua perungu nomor speed 500 meter dan 1.000 meter.

Bagi Desta, perjuangan bisa menjajal bertanding di level Asia bukanlah mudah. Sebelumnya, ia juga bersaing di kejuaraan sepatu roda tingkat nasional Indonesia Open yang juga diikuti atlet dari negara lain. Di kejurnas ini, ia sempat meraih juara 3 di nomo speed 500 meter.

“Saya masih punya keinginan bisa meraih juara di nomor jarak panjang, 10 hingga 15 kilometer. Masih perlu terus banyak berlatih, mas,” tekadnya.

Sebagai atlet potensial yang bisa dibanggakan, Desta Miracle berharap bisa berlatih dan turun di setiap kejuaraan di sirkuit yang benar-benar standar dan representatif.

“Ya, sirkuit standar nasional, terlebih yang indoor belum ada. Kalau ada yang indoor, latihan juga bisa lebih maksimal,” demikian Desta Miracle. [rul]

Berita Terkait