ads

Bersaing Ketat di Kejuaraan Nasional, Pesilat SMK Mutu Raih 2 Perak dan 2 Perunggu

MALANG – Tim silat SMK Mutu Gondanglegi kembali membawa medali juara. Kali ini, dari di kejuaraan pencak silat tingkat nasional yang diselenggarakan di Banyuwangi, 21-22 Maret 2022 lalu.

Bersaing dengan pesilat terbaik dari beberapa kota di Indonesia, tak membuat ciut nyali pesilat SMK Mutu. Tampil dengan kepercayaan diri dan kemampuan terbaik, para atlet pelajar SMK ini akhirnya bisa membuktikan kepercayaan pelatih.

Peraih juara tersebut adalah M. Farhan Nailul, dan M. Aditya Ampriono kelas XII PB, sama-sama mendapatkan medali perak. Sementara, medali Perunggu diraih M. Fuad Zein (XII/MM 1) dan M Firman Maulana (X/TKR 2).

Dalam Open Tournament nasional ini, jumlah total peserta yang turun 1800-an peserta. Selain dari Jawa Timur, ada juga pesilat andalan dari Provinsi Jambi, NTB, Bima dan Pulau Lombok.

Ada 244 kontingen dari 30 perguruan silat yang berlaga. Diantaranya, pesilat dari perguruan besar Tapak Suci, PSHT, Merpati Putih, Perisai Diri dan beberapa perguruan lokal yang berasal dari Banyuwangi sendiri.

Capaian prestasi kejuaraan ini menjadikan atlet pencak silat di SMK Mutu Gondanglegi semakin percaya diri, untuk mengikuti even kejuaraan berikutnya.

M Fadli Anas, selaku pelatih, mengungkapkan, sebetulnya peluang anak asuhnya sangat besar. Hanya faktor ketidakberuntungan yang membuat tidak menjadi juara 1.

“Selisih nilai antarpesilat cukup kecil. Pertandingannya jadi sangat menegangkan, terutama tim pelatih dan ofisial,” kata pelatih yang juga memiliki sertifikat juri ini, Selasa (22/3/2022).

Dikatakan, persiapan dengan latihan secara rutin dilakukan. Hal ini diharapkan membuat anak asuhnya lebih siap dalam setiap pertandingan.

Diraihnya masing-masing dua medali perak dan perunggu ini, menambah koleksi medali juara atlet. Sebelumnya, pesilat SMK Mutu meraih 2 medali perunggu, juga menjadi 2 juara harapan di Open Turnamen tingkat Jawa timur di Surabaya.

Kepala SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Munali MPd menyatakan, juara merupakan target capaian dari setiap pertandingan. Meski begitu, menurutnya tidak sekadar medali yang membuat sekolah bangga terhadap anak-anak.

“Tak sekadar meraih juara. Kedisplinan, kerja keras dan semangat anak dalam menunjukkan potensi dan kemampuan terbaiknya, juga yang sangat kita harapkan,” kata Munali.

Ia berharap, apa yang sudah diraih dari kejuaraan ini bisa menginspirasi anak-anak yang lain dalam meraih prestasi dari bidang yang berbeda. [hms/rul]

Sebarkan berita:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.