Belajar Asyik di Rumah tanpa Gawai, Coba Formula BERLIAN ala Dosen UMM Ini!

inspirasicendekia.com, MALANG – Di masa pandemi Covid-19, orang tua menjadi punya kesempatan lebih untuk mendampingi belajar dan bermain bersama anak. Ketimbang anak-anak selalu sibuk dengan gawainya, ada alternatif kegiatan yang bisa dilakukan. Salah satunya, dengan permainan tradisional bersama keluarga.

Psikolog sekaligus dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Iswinarti, MSi menyebutkan, permainan tradisional memiliki nilai-nilai karakter baik. Diantaranya, performance seperti kemampuan menyelesaikan masalah, pantang menyerah, mengatur strategi, berkompetisi, berkomunikasi, dorongan berprestasi, pengendalian diri, ketelitian, konsentrasi, serta kepemimpinan.

Menurut Iswinarti, penelitian tentang pengaruh teknologi digital seperti video game dan komputer terhadap perkembangan anak telah menunjukkan hasil yang konsisten.

“Penggunaan internet dalam game online bisa berpotensi akan menimbulkan bahaya kesehatan fisik dan mental. Agresivitas merupakan salah satu efek signifikan dari bermain video game tersebut,” demikian Iswinarti, dalam webinar Lembaga Kebudayaan UMM bertema ‘Pembelajaran Daring Berbasis Budaya pada Siswa TK dan SD dalam Situasi Pandemi Covid-19’ belum lama ini.

Sementara, lanjutnya, dalam permainan tradisional, terdapat juga moral character yang sangat dibutuhkan untuk hubungan terbaik. Yakni, nilai kejujuran atau sportivitas, empati, tanggung jawab, hubungan sosial, kerjasama, serta keadilan.

Pada sebuah penelitiannya, Iswinarti mengemukakan metode BERLIAN, yaitu Bermain, ExpeRiential, LearnIng Anak. Dikatakan, metode ini berfungsi membantu anak menemukan makna dari pengalaman ketika mereka bermain permainan tradisional. Hasil penelitian yang dilakukan ini menunjukkan, bahwa anak-anak yang bermain permainan tradisional disertai metode BERLIAN lebih mengalami peningkatan kompetensi sosial.

Permainan tradisional dengan metode BERLIAN ala Iswinarti ini tetap mempunyai sejumlah langkah dan nilai. Yakni, mengajari aturan main; simulasi cara bermain; melakukan evaluasi terhadap cara bermain, dan melakukan permainan dan refleksi terhadap pengalaman anak saat bermain.

Iswinarti menegaskan, dalam mensosialisasikan permainan tradisional dibutuhkan peran serta banyak pihak, termasuk pihak sekolah dalam hal ini guru. Di antara permainan tradisional terbaik menurut Iswinarti yakni Congklak Lidi, Dakon, Bekelan, Engklek, dan Lompat Tali. [rul]

Berita Terkait