ads

Antisipasi Krisis Air, Air Limbah pun Perlu Diolah

  • Save

Inspirasicendekia.com, MALANG – Persediaan air bersih, bahkan air limbah, dari aliran sungai begitu vital bagi kelangsungan hidup manusia. Karena itu pula, ancaman krisis air bersih tetap selalu menjadi perhatian bersama untuk diantisipasi sedini mungkin.

Isu ancaman air bersih dan air limbah ini juga menjadi tema Peringatan Hari Air Dunia 2017 yang dilaksanakan, Rabu 5 April 2017, yang bertempat di Lapangan Desa Ngabab Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Kali ini, tujuan acara bertema “Water and Wastewater” tersebut adalah meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian air serta kepedulian terhadap penghijauan.

Dalam rilis resmi yang didapatkan dari Perum Jasa Tirta I (PJT) I, ditegaskan bahwa diperlukan usaha pengelolahan kembali produk air buangan yang merupakan kontribusi dari rumah tangga, industri, lingkungan perkotaan,dan pertanian, agar limbah yang terbuang bisa berkurang. Harapannya, terwujud kepedulian masyarakat akan pentingnya air dan pengelolaan air limbah secara berkelanjutan dimulai dari lingkup masyarakat terkecil (rumah tangga) dan lingkungan pendidikan tingkat Sekolah Dasar.

Kegiatan Peringatan Hari Air Dunia 2017 di Pujon ini dihadiri Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna. Kepada awak media, Bupati Rendra Kresna menghimbau bahwa menjaga kelestarian air dan kebersihan Daerah Aliran Sungsai (DAS) bukan hanya tugas dari dinas atau lembaga pemerintah saja, melainkan juga merupakan kewajiban seluruh masyarakat.

“Warga masyarakat dari yang terkecil bahkan lingkungan pendidikan tingkat sekolah dasar, harus sudah dikenalkan pentingnya pengelolaan sumber daya air,” tegasnya.

Berdasarkan data Perum Jasa Tirta I, luas catchment area Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas sebesar 11.800 km2 dengan total panjang sungai utama ± 320 kilometer yang mencakup 9 wilayah kabupaten dan kota. Potensi air permukaan yang ada per tahun rata-rata 19,84 milyar meter kubik dan yang termanfaatkan sebesar 4,4 milyar m3 per tahun.

DAS Brantas mempunyai peran yang cukup besar dalam menunjang Provinsi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional. Pada tahun 2013, tercatat Provinsi Jawa Timur memberikan kontribusi 12,05 juta ton beras atau sebesar ± 17,0% dari total produksi beras nasional. [irf/rul]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *