Desa Digital, Inisiasi Percepatan Pembangunan di Desa

MALANG – Inisiasi desa digital terus dimatangkan dan disosialisasikan Pemkab Malang dengan menggandeng pihak PT Telkom Tbk, Jumat (19/8/2022).

Sosialisasi mewujudkan pengembangan desa digital ini diberikan kepada seluruh Camat dan kepala desa di Pendopo Agung Bupati Malang.

Dalam sosialisasi ini, menghadirkan langsung Vice President Network Strategy Technology & Architecture PT Telkom Tbk, Dosen FEB Akutansi Universitas Telkom Bandung, dan jajaran kepala OPD Pemkab Malang.

“(Pengembangan desa digital) ini manfaat banyak, utamanya dalam upaya mengakselerasi pembangunan di Kabupaten Malang. Desa digital tentu dapat mendorong kemajuan semua bidang di desa, seperti pendidikan, perekonomian, wisata serta pelayanan bagi masyarakat,” harap Bupati Malang, HM Sanusi, saat membuka sosialisasi desa digital, Jumat (19/8).

Digitalisasi desa ini nantinya akan terintegrasi dalam dukungan perangkat sistem dengan domain desa.id.

Bupati juga berharap agar desa/kelurahan melakukan aktivasi domain desa.id dan membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Tujuannya, agar digitalisasi desa dapat secepatnya bisa terwujud.

Sebagai informasi, sementara sudah ada 259 desa dari 378 desa di 33 kecamatan yang telah melakukan aktivasi domain desa.id, serta telah terbentuk 125 KIM pada 23 kecamatan.

Hal tersebut dilakukan untuk mempersiapkan dan mengakselerasi terbentuknya Desa Digital di seluruh desa/kelurahan di Kabupaten Malang.

Menurut Sanusi, pembangunan ekonomi desa juga perlu digitalisasi. Desa digital ini juga dapat mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mempromosikan produk-produk lokalnya, menggunakan platform e-commerce atau marketplace.

Bahkan, ke depan digitalisasi ini juga untuk mewujudkan pelayanan desa yang efektif dan efisien. Dan, penyelenggaraan pemerintahan desa lebih transparan dan akuntabel akan dapat terwujud, manakala terbangun sinergi yang baik antara Pemerintahan Desa, masyarakat, dan seluruh stakeholder dalam mewujudkannya.

Dikonfirmasi lebih lanjut, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Malang, Eko Margianto mengatakan, saat ini masih sebatas sosialisasi, dan terus dimatangkan proses penyiapannya.

“Masih sosialisasi, dan perlu dikoordinasikan lebih lanjut, mas. (Proses penyiapannya) masih dikaji lebih lanjut oleh tim kabupaten,” kata Eko. [amn]

Sebarkan berita:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *