Alami Bonus Demografi, Kualitas Kesehatan dan Pendidikan harus Diperhatikan

873

Www.inspirasicendekia.com, MALANG – Indonesia dipastikan bakal mengalami bonus demografi beberapa tahun mendatang. Dengan usia penduduk produktif lebih banyak, perlu penyiapan terencana dan pemberdayaan mulai dari tingkatan keluarga.

“Usia produktif kita ini nanti bagus kuantitasnya, tetapi kualitasnya yang masih harus dipikirkan bersama-sama. Harus diperhatikan dengan benar kesehatan juga pendidikannya,” demikian Kepala BKKBN, dr Hasto Wardoyo, di sela acara Talkshow yang digelar di Pendopo Agung Kantor Bupati Malang di Kepanjen, Rabu (17/7/2019).

Hasto Wardoyo lalu mencontohkan, adanya masalah pernikahan usia dini dan kesiapan pranikah. Menurutnya, kasus pernikahan belum cukup umur bagi perempuan akan beresiko pada kesehatan ibu atau calon bayinya.

“(Remaja perempuan) yang menikah usia sebelum 19 tahun dan cepat hamil akan beresiko tinggi. Ukuran panggulnya kecil, sementara ukuran diameter kepala bayi saja biasanya 10 centimeter. Nah, ini saja masih kurang pas,” kata mantan Bupati Kulon Progo Jawa Tengah yang juga dokter spesialis kandungan ini.

Masalah lainnya, lanjut Hasto, adalah masih ada tingkat pendidikan yang rendah masyarakat. Menurutnya, angka putus sekolah masih banyak terjadi di daerah-daerah. Dan ini, cukup rentan menjadikan remaja berperilaku negatif dalam kesehariannya.

Karena itu, ditegaskan bahwa BKKBN harus memperhatikan masalah kualitas masyarakat Indonesia yang mengalami bonus demografi ini.

“Ke depan masalah kualitas harus kita selesaikan. Kesehatan harus diperhatikan, pendidikannya juga harus dipikirkan,” tegas Hasto Wardoyo.

Ia lalu menyinggung keberadaan program Kampung KB seperti di Kabupaten Malang memang sangat penting. Menurutnya, keluarga itu unit terkecil yang bisa diintervensi dalam pengendalian penduduk, untuk meningkatkan kesejahteraan di suatu wilayah.

“Keberadaan keluarga penting untuk dipotret. Sehingga, tahun depan BKKBN akan melakukan pendataan keluarga untuk bisa menghasilkan perlakuan apa yang tepat (untuk menyiapkan masa depan),” imbuhnya.

Kegiatan talkshow ini diikuti perwakilan dinas atau badan yang menangani pengendalian penduduk dan keluarga berencana se Jawa Timur, dalam rangkaian Hari Kependudukan Nasional 2019 yang dipusatkan di Kabupaten Malang. [amn]


Beri Komentar
Berita Terkait