ads

Pasar Takjil Tempo Doeloe Talok, Gairahkan Wirausaha Warga

  • Save

inspirasicendekia.com, MALANG – Perekonomian dan usaha kecil warga Talok Turen Kabupaten Malang coba dibangkitkan di pandemi ini. Dengan menggelar pasar takjil selama ramadan, pemerintah desa setempat menginisiasi bergairahnya kembali wirausaha warga.

Pasar takjil ini digelar selama setidaknya dua pekan, dipusatkan di halaman kantor Desa Talok. Pasar dadakan ini cukup menarik, karena dikemas dengan nuansa tempo doeloe yang khas dengan jajanan pasarnya. 

Ada setidalnya 15 tenda stan yang disiagakan selama pasar takjil ini. Tiap stan merupakan gabungan beberapa RT yang ada di wilayah desa Talok ini. Yang dijual di lapak stan berbeda-beda, mengusung kekhasan wilayah dan jenis usaha yang ditekuni warga masing-masing.

Di stan nomor 6 misalnya, makanan takjil yang dijual didominasi makanan ringan dan kudapan yang diproduksi warga. Mulai olahan botok, kue basah, dan aneka camilan. Sebagian berbahan tempe, seperti keripik tempe dua rasa dan botok tempe, yang juga jajanan khas produksi masyarakat desa Talok.

Agar lebih menarik pengunjung, muda-mudi karang taruna desa Talok juga ikut dilibatkan. Tak terkecuali, para ibu kader PKK dan semua pengurus RT/RW yang ada. Pasar takjil tempo doeloe ini juga didukung tim Pendamping Desa dan pengelola BUMDes ‘Mitra Talok’ milik desa Talok.

Bahkan, bersamaan peringatan Hari Kartini 21 April 2021 lalu, nuansa zaman dulu begitu kental di pasar takjil ini. Hampir semua ibu-ibu penjaga stan sengaja mengenakan kebaya anggun khas perempuan Indonesia. Sebagian panitia juga menyesuaikan dengan baju batik berbagai motif.

Tak hanya meramaikan dengan jualan kuliner home industry dan jajanan pasar, pasar takjil ini juga bertujuan mengenalkan banyak hal. Seperti, sayuran organik dari kebun hidroponik yang sudah dikelola di lahan yang ada di sisi barat kantor desa Talok oleh para ibu kader PKK dan kader desa.


Kepala Desa Talok, Agus Harianto mengangkapkan, digelarnya pasar takjil ini untuk menggairahkan kembali kegiatan ekonomi warga yang selama ini lesu. Perekonomian masyarakat, lanjutnya, tetap harus dibangkitkan dengan cara sekecil apapun, dan tidak boleh mati karena pandemi. 

Bahkan, untuk lebih menggairahkan perekonomian warga juga dikenalkan cara baru bertransaksi untuk mendapatkan kebutuhan secara mudah. Yakni, melalui platform aplikasi berbasis digital TalokGo. Aplikasi ini dikembangkan sendiri BUMDes Mitra Taloka dari desa setempat.

Menariknya, selain mengandalkan pengunjung langsung pasar takjil, kuliner yang dijajakan juga bisa didapatkan melalui pemesanan online. Barang pesanan ini lalu diteruskan jasa pengiriman (delivery order) yang juga melibatkan ojek online yang melibat muda-mudi kampung. [min]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *