Kegiatan PLS dengan Protokol Covid-19, Langsung Bubar Jika Didapati Resiko

inspirasicendekia.com, MALANG – Pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) dilaksanakan selama sepekan ini. Pihak sekolah tetap manerapkan protokol pencegahan covid-19 kepada peserta yang merupaka para siswa baru tahun ajaran ini.

Pelaksanaan PLS diatur sedemikian rupa, agar kegiatan tetap aman dan lancar. Diantaranya, membatasi jumlah peserta, mempersingkat waktu, dan mensiagakan gugus tugas pencegahan covid-19, terutama bidang kesehatan.

Di SMAN 1 Gondanglegi Kabupaten Malang misalnya, pihak sekolah memastikan protokol covid-19 tetap diterapkan ketat, bahkan sebelumnya saat persiapan pra-PLS. Masa PLS di SMAN 1 ini sendiri diikuti 268 siswa baru. Selama kegiatan ini, peserta dibagi dua gelombang tiap harinya, masing-masing dibatasi mengikuti hanya 90 menit.

“Kami atur betul selama MPLS. Protokol kesehatan ditegakan sejak awal masuk lingkungan sekolah. Tetap di aula, namun duduknya berjarak antarsiswa,” kata Arif Gunawan, waka Kasiswaan SMAN 1 Gondanglegi.

Bahkan, lanjutnya, sebelum pelaksanaan PLS juga diminta dilakukan pemeriksaan protokol khusus oleh gugus tugas pencegahan covid di tingkat kecamatan.

“Jadi, kami meminta persetujuan pihak gugus tugas covid-19 sebelumnya. Jika selama kegiatan ada indikasi atau resiko terpapar, kegiatan langsung kami bubarkan saat itu juga,” tegasnya.

Sementara itu, kegiatan PLS di sekolah juga dilangsungkan di SMKN 1 Kepanjen, dengan jumlah 644 siswa baru. Setiap hari, peserta dibatasi hanya empat kelas untuk program keahlian sama, namun dibagi tiap ruangan separonya. Pihak sekolah memeriksa suhu tiap siswa setiap datang, juga dilengkapi dengan fasilitas bilik disinfektan dan pencuci tangan.

“Tiap hari kegiatan PLS yang datang ke sekolah dibatasi maksimal 3 jam, dan cukup satu sesi saja. Ini karena, siswa harus juga melihat fasilitas dan alat praktikum nantinya,” kata Latifah Ernawati, waka Kesiswaan SMKN 1 Kepanjen, Rabu (15/7) siang.

Dikatakan, siswa baru ini tergabung dalam 18 rombel di lima program keahlian. Sementara, untuk materi daring diberikan melalui link aplikasi zoom meeting yang diberikan sebelumnya pada setiap siswa.

“Cukup bisa diikuti dari perangket android masing-masing, meski ada beberapa yang kesulitan karena hape-nya kurang standar,” imbuhnya.

Terkait MPLS tatap muka ini, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Ir Wahid Wahyudi menegaskan, bisa dilakukan dengan tetap memenuhi standar aman dan kesehatan.

MPLS dilaksanakan secara daring. Namun, bila diperlukan kunjungan ke sekolah, lamanya hanya 2-3 jam dan dilaksanakan secara bertahap,” jelas Wahid Wahyudi, dikonfirmasi melalui ponselnya.

Kadisdik Wahyudi menegaskan, agar tetap dilakukan koordinasi dengan gugus tugas covid kabupaten/kota, dan pelaksanaan MPLS dengan protokol kesehatan yang ketat. [min]

Berita Terkait