ads

Bekas Stik Es Cream Jadi Kreasi Hasta Karya

Bekas Stik Es Cream Jadi Kreasi Hasta Karya
  • Save

Kreativitas dan keterampilan memang sangat bernilai dan besar manfaatnya. Dengan kreativitas, bahan-bahan bekas pakai seperti stik es cream pun tetap bisa dimanfaatkan sedemikian rupa.

Kreasi dan keterampilan ini pula seperti yang ditunjukkan ratusan anggota pramuka siaga di SMKN 2 Turen, Minggu, 24 Januari 2016. Para tunas muda ini adalah peserta
Lomba Giat Prestasi Pramuka yang diselenggarakan di SMKN setempat.
Setidaknya, tim pramuka siaga dari 18 SMP/MTs dengan jumlah peserta 36 regu terlibat dalam acara ini.

Para peserta dalam tim regu masing-masing tampak dengan kreatif merangkai dan menyusun bekas stik es krim menjadi berbagai macam bentuk. Ada yang membuat miniatur kapal, menara, tempat tisu atau asbak, atau aneka kreasi bangunan gedung lainnya.

Adik Setyo Wahyudi, Pradana Dewan Ambalan Samaratungga SMKN 2 Turen mengungkapkan, Lomba Giat Prestasi Pramuka Siaga ini salah satunya melombakan hasta karya. Dalam jenis lomba ini, katanya, peserta diharuskan memanfaatkan 75 persen bahan bekas es krim ini, sisanya dengan bahan lainnya. Ada juga lomba memggambar karikatur di atas kertas A3 dengan tema Sistem Pemerintahan Indonesia.

“Kegiatan Giat Prestasi ini baru tahun ini. Tujuannya mewadahi peserta anggota pramuka berkreasi mewujudkan keterampilan kepramukaannya di SMP masing-masing,” kata Adik Setyo.

Kegiatan Giat Prestasi ini melombakan 9 jenis lomba, yakni LBB, Pioneering, tes kepramukaan dan umum, hasta krya, karikatur, pidato, serta yel-yel.

Sementara itu, Sumardi SPd, Kesiswaan SMKN 2 Turen mengungkapkan, selain lomba giat prestasi pramuka, sebelumnya banyak kegiatan yang melibatkan siswa-siswi SMKN 2. Seperti Bersih pantai, yang menyisir pantai sepanjang jalur Kondang Iwak sampai Bajulmati, Gedangan, Kabupaten Malang. Aksi ini untuk membersihkan pantai dari sampah plastik dan penanaman pohon mangrove sejumlah sekitar 500 bibit.

Ditambahkan Sumardi, SMKN 2 Turen juga mempunyai anggota ekskul Lingkungan Hidup yang melakukan kegitan serupa rutin setiap tahun. Ekskul ini sudah dibentuk sejak 2008.

“Kalau di lingkungan sekolah, kami pernah melakukan penanaman 1000 bibit pohon Sengon di areal halaman sekolah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *