Angkat Motivasi Belajar, ‘Monopoli’ ala Indah Kurniawati Finalis Anugrah Guru

1.054

inspirasicendekia.com, MALANG – Kreativitas pendidik madrasah dari Malang, Indah Kurniawati, berkesempatan mendapatkan penghargaan Kementerian Agama (Kemenag) RI. Ini setelah guru MIN 1 Kota Malang ini ditetapkan sebagai juara 1 di ajang Anugrah Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Berprestasi Jawa Timur 2019 belum lama ini.

“Alhamdulillah berhasil mendapatkan juara 1 kategori guru MI di ajang anugerah guru berprestasi Kemenag Jatim. Selanjutnya, Saya mendapatkan kesempatan mengikuti lomba berikutnya tingkat nasional pada November 2019 mendatang mewakili Jawa Timur,” kata Indah Kurniawati, Selasa (22/10).

Saat grandfinal Anugrah Guru Prestasi Jatim yang dilangsungkan di Sidoarjo itu, Indah Kurniawati memaparkan pemanfaatan media pembelajaran menyerupai ‘monopoli.’ Ia bersaing sebagai 5 nominator finalis untuk katagori guru MI dan akhirnya ditetapkan sebagai yang terbaik juara 1.

Dikatakan, tiap finalis diharuskan mempresentasikan karya ilmiahnya di depan tiga juri dengan durasi waktu 10 menit, kemudian dilanjutkan tanya jawab. Indah Kurniawati sendiri memaparkan makalah tentang penerapan media monopoli yang dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa.

Menurutnya, media ini sempat dimanfaatkan pada pembelajaran tema ‘Indahnya Kebersamaan’ kelas 4G di MIN 1 Kota Malang.

“Setiap kotak dalam papan monopoli berisi pertanyaan yang mencakup tiga ranah, afektif, kongnitif dan psikomotorik. Tiap siswa akan mendapatkan soal dan berkesempatan menjawabnya,” jelasnya.

Hasilnya, lanjut Indah, media monopoli ini mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Media ini juga bisa menjadi sarana bermain edukatif sekaligus learning by doing, sehingga bisa menumbuhkan antusias siswa dalam belajar.

Menjelang lomba tingkat nasional, ia sudah mengumpulkan berkas portofolio dan karya tulis ilmiah. Saat ini, ia juga tengah menjalani karantina sebagai pemantapan.

Bagi Indah Kurniawati, penghargaan juara lomba baru kali pertama ini didapatkannya. Sebelumnya, ia pernah mendapatkan kesempatan masuk 10 peserta pelatihan terbaik tingkat nasional di urutan ke-5.

Tetapi, membuat media pembelajaran bukan hal baru baginya. Bahkan, media ‘monopoli’ ini merupakan karyanya yang ke-50, dari media pembelajaran yang pernah dibuat, baik yang sederhana sampai yang rumit.

Soal keberhasilannya sebagai guru berprestasi, menurutnya bisa sebagai motivasi, dan buah adanya kemauan dan kerja keras. Karena baginya, seberapa pintar seseorang jika tidak didukung dengan kemauan, maka prestasi tidak akan pernah terwujud. Selebihnya, dengan kemauan yang tinggi meskipun dengan kemampuan terbatas maka semua bisa dicapai. [min]

Berita Terkait