Ajang Kompetisi Sains, Bentuk Karakter Kemandirian dan Motivasi Kuat Anak

inspirasicendekia.com, MALANG – Kemampuan dan motivasi puluhan pelajar diuji di ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) SD se Kabupaten Malang, Kamis (12/3). Dihadapkan soal kompetisi yang lebih sulit, anak dituntut bisa memecahkan masalah yang dihadapi.

“Ada muatan dan tujuan pendidikan karakter dari kompetisi sains ini. Manfaatnya banyak, salah satunya bisa membangun pemikiran dan kebiasaan anak memecahkan masalah dan kesulitan sehari-hari dari kemampuannya seperti berhitung (matematika), ” demikian Kepala Bidang Pendidikan SD, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Slamet Suyono, Kamis (12/3) sore.

Karakter yang bisa dibangun dari kompetisi sains ini, lanjutnya, adalah bagaimana anak bisa mensikapi soal-soal sangt sulit yang dihadapi. Menurutnya, karakter mandiri dan tidak mudah putus asa menjadi hal penting yang bisa didapatkan selama memecahkan soal lomba.

Kabid Pendidikan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Slamet Suyono.

Selain muatan karakter, menurut Slamet kompetisi bagi siswa bisa membangkitkan motivasi, seperti kerja keras dan tekad meraih prestasi sebaik-baiknya. Termasuk, bagi guru dan sekolah yang juga memiliki tugas untuk bisa mengarahkan anak didik bisa bersikap dan punya karakter positif.

“Dengan ada kompetisi sain seperti ini, bisa memacu guru untuk memberikan pelajaran tambahan bagi anak. Ini juga sesuai harapan Mendikbud, bahwa setiap saat anak-anak didampingi belajarnya untuk mengembangkan potensi yang ada,” jelas Slamet Suyono.

Kompetisi Sains Nasional (KSN) SD tingkat Kabupaten Malang ini sediri terdiri dari tes tulis mapel Matematika dan IPA. Setidaknya 50 butir soal harus dipecahkan peserta KSN SD, yakni terdiri 20 soal mapel Matematika dan 30 soal mapel IPA. Masing-masing soal harus dipecahkan dalam waktu 60 menit.

Dikatakan Slamet, bobot soal KSN ini memang sangat berat dan kompleks, dan tidak seperti yang ada dalam materi tematik yang biasa dihadapi siswa di kelas. Hasilnya, skor tes soal IPA lebih bagus, sementara Matematika masih rendah.

Dari penskoran akhir yang dilakukan tim penilai, utuk mapel Matematika, skor tertinggi diraih Hisyam Ahmad Abiyyu dari SDIT Robbani (juara 1), Lery Ramadhani Prabowo dari SDN 2 Kepanjen (juara 2), dan Dzaki Dhia Ibrahim dari SDN Sempalwadak 5 Bululawang (juara 3).

Sedangkan, skor tertinggi mapel IPA diraih Rasendriya Raka Ardhana dari SDN 1 Kalirejo Lawang (juara 1), disusul Rahmadhani Septyessa dari SDN 1 Senggreng Sumberpucung (juara 2), dan Ridho Farhan Aditya dari SDN 1 Ngajum (juara 3). [min]

Berita Terkait