Workshop Pembuatan Video, Ajak Siswa Malvocs Ramaikan Konten Kreatif

Inspirasicendekia.com, MALANG – Setelah resmi dilaunching 9 September 2018 lalu, SMK Muhammadiyah 5 (Malvocs) Kepanjen langsung merealisasi program SMK Perfilman. Selama dua hari, Rabu-Kamis (19-20/9), Malvocs menggelar workshop video pembelajaran dan feature.

Workshop ini diikuti sekitar 24 siswa program keahlian broadcast pertelivisian SMK Muhammadiyah 5. Mereka dibimbing langsung narasumber teknis dari Pusat Teknologi Komunikasi (Pustekkom) Kemdikbud RI.

“Sejumlah empat video pembelajaran dan satu feature budaya akan dibuat dari hasil workshop ini. Selain sebagai bahan instruksional, video yang dihasilkan akan memperkaya khazanah budaya dari konten film yang dibuat,” terang Heroe Noegroho, narasumber teknis workshop dari Pustekkom kemarin.

Heroe Noegroho, narasumber teknis workshop dari Pustekkom Kemdikbud RI.

Dikatakan, melalui berbagai karya videografi yang serius dan tidak asal, tentunya konten-konten digital berupa video yang dihasikan siswa SMK Perfilman ini, bisa menjadi konten kreatif positif penyeimbang.

“Kami memilili kekawatiran, sekitar 80 persen konten video yang diunggah di medsos, khususnya youtube, masih konten negatif. Nah, yang kami hasilkan nanti adalah konten-konten (video) positif,” tegasnya.

Terkhusus konten budaya, Heroe menyatakan diharapkan akan banyak dilahirkan karya video budaya dan kearifan lokal melalui program ini.

“Ya, konten-konten film tentang budaya yang selama ini mungkin kita tidak tahu, diharapkan bisa dibuat dan di-publish, sebagai sosialisasi kekayaan budaya,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pembinaan dan bimbingan yang diberikan saat ini, adalah tahapan pra-produksi. Pustekkom memberikan project pembuatan video pembelajaran dan budaya ini dalam waktu satu bulan.

“Siswa dan pihak SMK ini memang harus bekerja keras bisa menyelesaikannya dalam waktu sebulan,” katanya.

Sebelumnya, SMK Perfilman dengan Kompetensi Keahlian Produksi Film resmi dibuka oleh Direktur PSMK Kemendikbud RI, M. Bakrun, di Kota Batu, Minggu (9/9). Sebagai pelopor SMK Perfilman ini adalah SMKN 3 Batu dan SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen.

Kemendikbud memang merencanakan pengembangan di total 120 SMK yang berurusan dengan film. Khusus tahun ini, dibuka Kompetensi Keahlian Produksi Film di 20 sekolah, termasuk SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. [min]

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.