Unmuh Gelar Workshop Cipta Lagu

Pendidikan karakter bisa ditanamkan melalui materi dan nyanyian lagu-lagu anak. Sikap dan tingkah laku yang baik ini pula yang bisa dibiasakan dan terus dibudayakan dengan sengaja mengajak anak melakukannya dari lagu-lagu anak yang edukatif.

Atas pemikiran ini pula, Lembaga Kebudayaan Universitas Muhammadiyah Malang (LK UMM) mengadakan workshop penciptaan lagu anak-anak di Gedung Theatre UMM Dome, Senin (09/11/2015). Kegiatan ini dilakukan untuk kembali mempopulerkan lagu anak-anak.

Seperti dilansir dari beritasatu.com, Kepala LK UMM Tri Sulistyaningsih mengatakan, kegiatan workshop itu merupakan bentuk dedikasi LK terhadap kebudayaan dan pendidikan yang berkembang saat ini. Menurutnya, anak usia dini adalah masa-masa golden age yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan pembelajaran atitude (sikap), serta budaya yang baik dalam bertutur dan bertingkah laku.

“Pendidikan yang mereka terima pada masa inilah yang akan dibawa sampai mereka besar nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, Sigit Baskara, pendiri Bumi Jogja Studio (BJS) yang juga pencipta lagu anak-anak mengungkapkan, dengan memperkenalkan kembali lagu ana-anak, otomatis juga menjaga keberadaan budaya kita. Menurutnya, moral suatu bangsa itu bisa rusak, jika terhancurkan kebudayaanbangsa tersebut.

Sigit menilai, lagu yang dinyanyikan anak saat ini kurang edukatif. Isinya tidak memiliki makna yang mendidik budaya. Sigit mencontohkan lagu Nina Bobok, yang menceritakan seorang anak bernama Nina yang jika tidak segera tidur akan digigit nyamuk. Ia mengaku prihatin jika lagu ini dinyanyikan oleh ibu kepada anak.

Kegiatan workshop tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) serta guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta guru Taman Kanak-kanak (TK) se-Provinsi Jawa Timur. (rul)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.