Beranda KILAS Terumbu Karang Pesisir Malang Selatan Mati, Ratusan Relawan Turun Gunung

Terumbu Karang Pesisir Malang Selatan Mati, Ratusan Relawan Turun Gunung

455
0
BERBAGI
Terumbu Karang Pesisir Malang Selatan Mati, Ratusan Relawan Turun Gunung

Inspirasicendekia.com, MALANG – Ratusan relawan dari berbagai komunitas pencinta lingkungan turun gunung dalam aksi penyelematan kawasan pesisir. Mereka melakukan aksi Tanam Terumbu Karang di pantai Kondang Merak Bantur, Kabupaten Malang selama Sabtu-Minggu (18-19/3) ini.

Para relawan yang terlibat berasal dari organisasi lingkungan Malang Raya bahkan luar kota. Aksi Tanam Terumbu Karang ini sendiri diprakarsai komunitas Sahabat Alam Indonesia dan Karang Taruna Sumberbening Kecamatan Bantur.

“Iya, tapi acaranya sederhana kok. Nggak menanam banyak, melainkan lebih kita kuatkan pada materi,” demikian Andik Syaifuddin, aktivis perintis Sahabat Alam Indonesia, saat dikonfirmasi, Sabtu (18/3).

Menurutnya, selama kegiatan ini pihaknya hanya memfasilitasi keingintahuan para relawan dan pecinta lingkungan  yang selama ini ingin mengetahui cara menanam terumbu karang, dan mengenal apa itu terumbu karang.

Soal keberadaan terumbu karang di pesisir Malang Selatan, menurut Andik kondisinya kini mulai memprihatinkan. Hal ini dikarenakan kejadian penambangan terumbu karang baik legal maupun legal bagi pengembangan Aquascape.

Terumbu Karang Pesisir Malang Selatan Mati, Ratusan Relawan Turun Gunung

Menurutnya beberapa lokasi yang rusak karena terinjak pengunjung wisata massal saat bermain di pantai. Terlebih, pertengah tahun kemarin dihajar fenomena elnino, la nina yang meningkatan suhu air laut mencapai 32°C, sehingga mengakibatkan Mass Coral Bleaching (pemutihan karang) hingga DCA (Death Coral Algae).

“Keberadaan terumbu karang di kawasan pantai Malang selatan ± 60-70 kondisinya sudah memutih dan mati. Saat ini tahap recovery secara alami seiring menurunnya suhu air laut,” jelasnya.

Ia berharap, kegiatan ini menjadi momen mengenalkan kepada para relawan apa itu terumbu karang dan ancaman kepunahannya. Kesadaran ini oada akhirnya bisa membuat lebih masif gerakan perlindungannya.

“Setiap komunitas lingkungan yang terlibat bisa memberikan sumbangsih sesuai perannya masing-masing. Kebetulan relawan komunitas yang hadir teman-teman dekat yang sudah cukuo militan di daerahnya,” demikian Andik. [rul]

Foto: Made Aditya

Print
PILIHAN REDAKSI:
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here