Siswa SMK Muhammadiyah 5 Garap Sinetron 10 Episode

Terik panas seharian itu, tak begitu dipedulikan belasan remaja, Kamis 14 April 2016. Dengan peran masing-masing, seluruh crew dan pemain tetap semangat menjalani proses shooting (pengambilan gambar) yang dilangsungkan di sebuah perkampungan di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Ya, pengalaman berharga sekaligus langka kembali didapatkan sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Kabupaten Malang, dalam kegiatan tersebut. Mereka berkesempatan ikut terlibat langsung dalam proses produksi sinetron yang dibuat bersama pihak stasiun TV pemerintah (TVRI).

Hendra Wisnu misalnya, dengan terlibat produksi sinetron ini, ia merasakan banyak belajar tentang kerja sama tim dan menjadi lebih tahu tentang dunia broadcasting. Pun demikian bagi Ratih Diah Sulistyorini, ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran. Sehingga menjadi tahu lebih proses pengambilan gambar dengan detail.

Penggarapan dan proses produksi sinetron bergenre religi ini melibatkan setidaknya 13 siswa jurusan teknik produksi program penyiaran pertelevisian (TP4) dan Multimedia (MM) bekerja sama dengan para pekerja profesional dari TVRI Jawa Timur maupun TVRI Jakarta. Pengambilan gambar sinetron dijadualkan berlangsung selama dua pekan.

“Dalam penggarapan produksi ini, siswa terlibat hampir di semua proses, yakni bekerja di unit cameramen, soundman, lighting, script continuity, wardrobe dan pembantu umum. Rencananya, sinetron religi berdurasi 10 episode yang berjudul “FITRAH” ini akan ditayangkan pada bulan Ramadhan,” terang Alvanul, guru yang menjadi koordinator produksi sinetron.

Terpisah, Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Arif mengungkapkan, bagi siswa kegiatan ini adalah bagian dari proses belajar mengajar. Harapannya, siswa dapat mengetahui secara langsung bagaimana proses produksi sebuah sinetron dan mengenalkan dunia kerja yang nyata untuk jurusan broadcasting & multimedia.

Ditambahkan, bagi siswa-siswi program produksi pertelevisian dan Multimedia SMK Muhammadiyah 5, penggarapan film pendek bukanlah pengalaman pertama kali. Sebelumnya, sejumlah film pendek telah dibuat dan mendapatkan apresiasi cukup bagus dari berbagai kalangan. Film paling anyar bertitel ‘Bis Surat’ belum lama ini meraih penghargaan film fiksi pelajar terbaik dalam Festival Film Malang 2016.

Pewarta: Choirul Amin

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.