Sekolah Lima Hari, Butuh Kreativitas Tinggi Guru

Inspirasicendekia.com, MALANG – Meski pemerintah hanya memberi pilihan alias tidak mengharuskan Sekolah Lima Hari, sejumlah sekolah memilih menerapkannya. Agar pembelajaran tidak membosankan, butuh banyak kreativitas guru dalam penyampaian materi pelajaran.

Pentingnya kreativitas tinggi guru di sekolah yang menerapkan lima hari sekolah diungkapkan Junaedi, guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Dampit Kabupaten Malang yang juga Instruktur Nasional Implementasi Kurikulum 2013. Menurutnya, perubahan pendekatan dalam pembelajaran dan kurikulum adalah mutlak, dan harus bisa diikuti dan diantisipasi pendidik.

“Tidak ada yang lemah dalam kurikulum yang diterapkan, karena kurikulum memang berkembang. Terlebih di dunia pendidikan, guru harus berubah dan bisa mengajak anak didiknya menjadi lebih baik,” kata Junaedi.

Dengan diterapkannya Sekolah Lima Hari SMAN 1 Dampit, katanya, maka dituntut kreativitas guru. Jika tidak bisa, pembelajaran monoton, apalagi jam sekolah sampai sore.

“Karena itu, semangat guru harus terpelihara sejak awal. Jika guru kurang semangat, apalagi nanti siswanya. Guru sepuh bukan jadi masalah, harusnya tetap semangat dan tanggung jawab,” tegas guru yang sudah mengabdi sejak 1998 ini. (*)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.