Beranda HEADLINE NEWS Sebarkan Hoax Meresahkan di Sosmed Bisa Dikenai Kurungan

Sebarkan Hoax Meresahkan di Sosmed Bisa Dikenai Kurungan

215
0
BERBAGI

Inspirasicendekia.com, MALANG – Beredarnya isu penculikan anak dan berita hoax di sosial media yang meresahkan menjadi keprihatinan bersama. Rabu, 29 Maret 2017, isu penculikan anak dan berita hoax ini dibahas khusus dalam acara Focus Group Discussion (FGD) pihak Kepolisian Resor Malang bersama pelaku pendidikan dan unsur ormas di Kabupaten Malang.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiyawan Ujung, SH, SIK, MH, banyak menjelaskan langsung terkait isu penculikan anak yang mulai meresahkan ini. Ia juga menyingung efek dan dampak dari isu penculikan dan berita hoax yang bisa merugikan orang lain yang disangka sebagai pelaku.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiyawan Ujung mengungkapkan, forum diskusi yang digelar hari ini sebagai tindak lanjut dan sosiliasi maklumat yang dikeluarkan Kapolres sebelumnya. Dikatakan, terkait isu penculikan dipastikan hoax alias berita palsu dan masyarakat diminta tidak percaya, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Kami minta masyarakat tidak mudah percaya kabar sosmed yang berisi isu penculikan, sebelum diinformasikan resmi aparat kepolisian. Masyarakat jangan terlalu resah.  Meski demikian, harus tetap waspada dan melaporkan dan menyerahkan sepenuhnya pada aparat jika memang ada (kasus penculikan),” terang Kapolres, usai diskusi di aula Dindik Kabupaten Malang, Rabu (29/3).

AKBP Yade Setiyawan juga menegaskan, bagi oknum penyebar hoax yang sengaja melakukan dan bisa menimbulkan keresahan, bisa diancam dengan UU ITE, yakni kurungan 6 sampai 10 bulan. Warga masyarakat juga diharapkan agar tidak mudah main hakim sendiri pada orang yang disangka pelaku penculikan.

“Kami sampaikan tadi pemahaman agar tidak mudah main hakim sendiri. Dalam hal ini, kelompok yang paling terancam termakan isu dan dihakimi adalah orang gila, gelandangan/pengemis, orang asing, atau orang yang memang (kebingungan) tidak mengetahui daerah yang dilewati,” imbuhnya.

Diskusi diikuti setidaknya 210 orang, tetdiri dari unsur pendidikan (Diknas, kepala UPT, dan guru SD/TK/PAUD. Selain jajaran pendidikan, 110 orang peserta lainnya adalah Kapolsek jajaran, Kanit Binmas Rayon Kepanjen, Muspika Kepanjen, Dan Kamtibmas wilkum Polres Malang. Selain pihak Polres Malang, diskusi ini juga diikuti beberapa narsum lainnya, seperti dari pihak MUI dan ormas NU.

Sebelumnya, Kapolres Malang telah mengeluarkan maklumat yang ditujukan kepada para kabag kasat di 33 Polsek. Dalam maklumat ini ditegaskan isu tentang maraknya “penculikan anak” jelas-jelas merupakan hoax alias berita bohong. Dalam maklumat ini, pihak Kapolres memerintahkan Kapolsek jajaran agar lakukan setidaknya lima hal agar tidak menimbulkan kepanikan warga. [min]

PILIHAN REDAKSI:
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here