Beranda TAHUKAH ANDA Sampah Kantong Plastik Bisa Menjadi Pembunuh!

Sampah Kantong Plastik Bisa Menjadi Pembunuh!

409
0
BERBAGI
sampah plastik

Fenomena sampah terus terjadi sepanjang tahun. Setidaknya 1.3 milliar ton sampah dihasilkan oleh kota-kota dunia dalam tiap tahunnya, baik sampah plastik dan sampah rumah tangga, termasuj juga pabrik. Prediksi oleh Bank Dunia, pada tahun 2025, jumlah ini akan meninggat hingga 2.2 miliar ton.

Sadarkah kita, bahwa sampah bisa menjadi pembunuh bagi manusia. Tragedi longsornya sampah yang menggunung di Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 silam, mengingatkan kita betapa bisa berbahayanya sampah bagi kehidupan manusia. Hingga, setiap tanggal 21 Februari, ditetapkan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Pengelolaan sampah yang buruk merupakan salah satu pemicu menumpuknya sampah di dunia. Di Indonesia sendiri, pendaurulangan sampah masih terbilang rendah, yakni hanya di bawah 50%. Terdapat beberapa gerakan untuk mengatasi penumpukan sampah yang dicanangkan di Indonesia, yaitu gerakan 3R (Reuse Reduce Recycle) dan juga Bank Sampah.
Dan baru-baru ini, pemerintah Indonesia mulai menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar pada 21 Februari 2016, yang bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional.
Mengapa kita harus mengurai penggunaan plastik? Beberapa fakta seputar kantong plastik ini menjawab pertanyaan tersebut.

  1. Lebih dari 1 triliun kantong plastik digunakan setiap tahun di seluruh dunia (menurut Earth Policy Institute). China, negara berpenduduk 1,3 miliar, penyumbang sampah plastik tebesar, mengkonsumsi hingga 3 miliar kantong plastik setiap hari (China Trade News).
  2. Sekitar 32 juta ton sampah plastik dihasilkan setiap tahunnya, mewakili 12,7% dari total limbah padat (Environmental Protection Agency).
  3. Menurut Riset Greeneration, organisasi nonpemerintah, setiap 1 orang di Indonesia rata-rata menghasilkan 700 kantong plastik per tahun.

Kenapa kita harus mengurangi penggunaan kantong plastik?
Seperti dilansir National Geographic, plastik sendiri membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun untuk terurai dalam keadaan yang baik dan kepadatan tinggi. Sedangkan dalam keadaan yang kurang ideal (plastik yang berada di tempat pembuangan sampah), butuh waktu lebih dari 500 tahun bagi plastik untuk terurai (ScienceLearn.org).

Menurut data dari Ocean Concervancy’s annual International Coastal Cleanups, kantong plastik secara konsisten termasuk dalam 10 puing-puing sampah paling banyak yang dikumpulkan di pantai seluruh dunia. Menjamurnya kantong plastik ini menyebabkan kematian pada banyak hewan laut (ikan, penyu, dll) tiap tahunnya, karena hewan-hewan tersebut mengira plastik adalah makanan mereka. Hal ini terjadi karena tingkat dekomposisi yang lambat dari kantong plastik yang mengambang di laut selama bertahun-tahun.

Ketika plastik terdekomposisi, bahan-bahan pembentuk plastik terpecah menjadi fragmen yang lebih kecil dan menyebarkan racun. Mereka kemudian mencemari tanah, jalur air, dan saluran pencernaan hewan (Earth 911).

Fakta lainnya, sekitar 10% dari plastik yang diproduksi setiap tahun di seluruh dunia bermuara di laut. Sedangkan 70% nya ada yang tengelam ke dasar laut, dan cenderung tidak terurai.

Solusi yang cukup membantu adalah tidak dengan melarang penggunaan kantong plastik, dan beralih menggunakan kantong kertas yang proses produksinya juga justru mengorbankan lingkungan. Mengurangi sampah kantong plastik bisa dengan menerapkan Pajak Plastik. Tahun 2001, Irlandia menerapkan kebijakan pajak plastik (PlasTax). Solusi berbasis pasar ini akhirnya berhasil menekan penggunaan kantong plastik ketika nominal pajak plastik cukup membebani.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Departemen Lingkungan Irlandia, ditemukan bahwa penggunaan kantong plastik telah turun hingga 93,5 persen. Penggunaan kantong plastik menurun dari 328 menjadi 21 kantong per orang setiap tahun. (national geographic).

Jadi, mulailah menggunakan kantong belanja yang bisa dipakai berkali-kali, dan ajak orang-orang terdekat Anda untuk melakukan hal yang sama!

PILIHAN REDAKSI:
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here