Prospek, Perusahaan Malaysia Ini Tenderkan 100 Produk Media SMK Mutu

0 287

Inspirasicendekia.com, MALANG – Produk media pembelajaran digital buatan teaching factory SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) bakal merambah negara asing. Vendor asal Malaysia, Al Najah Enterprise, memastikan menyiapkan tender untuk pemasaran produk ini.

Kepastian ini ditegaskan marketing manajer Al Najah Enterprise Malaysia, Sazman Kamasan, dalam kesempatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) SMK Muhammadiyah 7 dengan pihak Al Najah Enterprise Malaysia di SMK Mutu, Rabu (12/2/2019).

“Dengan kerja sama MoU ini, insya Allah kami akan jadi distributor resmi supply equipment (produk media) SMK Mutu. Tahun lalu, sebenarnya ada permintaan 51 set alat, namun saat itu SMK Mutu belum siap,” kata kata Mr Sazman Kamasan.

Dikatakan, pihaknya tengah membuat banyak proposal tender penawaran (penjualan). Produk media ini diyakini punya peluang bisnis tinggi, dengan harga bersaing. Menurutnya, pengalaman selama ini, competitor (pesaing) produk otomotif dari UK, Jerman, Korea, atau Jepang, namun lebih berat (mahal).

Mr Kamasan mengungkapkan, setidaknya waktu tiga bulan bisa direncanakan untuk pengenalan produk media pembelajaran SMK Mutu ini.

“Februari sampai April 2019, akan kami kenalkan produk media ini. Kami akan demonstrasi produk dan men-training penggunaannya kepada para guru di training-training center. Insya Allah, 15 unit atau masing-masing tiga paket produk akan dibawa ke Malaysia,” katanya.

Pihaknya lalu mentargetkan, mulai April produk mulai ada yang memesan. Bahkan, lanjut Kamasan, dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun, pemasaran akan dikembangkan keluar Malaysia.

“Setelah 2 sampai 3 tahun ke depan, bisa kami pasarkan ke overseas, ke Vietnam dan sekitarnya. Produk yang dipasarkan tahun ini diperkirakan bisa sampai 100 unit,” beber pebisnis yang sudah pengalaman 18 tahun ini.

Mr Kamasan juga memastikan kesiapan modal investasi pemasaran produk ini, karena (Al Najah Enterprise) cukup mapan secara finansial. Dikatakan, nilai turn over (perputaran) modal untuk mendukung bisnis produk media ini diperkirakan Rp 15 miliar.

Menurutnya, modal investasi ini bisa ditambah, karena Al Najah Enterprise memiliki akses bantuan pemerintah setempat dan 80 persen funding (dari lembaga keuangan).

“Yang diharapkan adalah kemampuan manufacturing (produksi) produk media ini, terlebih jika ada pesanan masal,” tegasnya.

SMK Mutu sendiri terus membuat tiga produk media pembelajaran dengan teknologi otomotif dan elektronik termutakhir. Salah satunya, produk media ‘Computerized Antilocked Break System (ABS) Simulator’.

Kepala SMK Muhammadiyah 7 Pahri MM menegaskan, dijadikannya Malaysia sebagai prospek penjualan karena saat ini tengah gencar-gencarnya pengembangan pendidikan vokasi di negeri Jiran ini.

“Produk media pembelajaran berteknologi canggih seperti yang dibuat SMK Mutu ini belum ada di sana. Sangat prospek, dan kami siap memenuhi pesanan berapapun. Manafacturing sudah kami siapkan,” kata Pahri. [rul]

Dapatkan notifikasi berita terbaru langsung dari perangkat Anda. Subscribe sekarang!

Berita Terkait

Tinggalkan pesanan

Alamat email Anda tidak akan disebarkan.