Beranda KILAS Penyaluran Bantuan PIP Belum 100 Persen

Penyaluran Bantuan PIP Belum 100 Persen

225
0
BERBAGI
Cara Mendapatkan KIP

Masyarakat kurang mampu sasaran penerima bantuan program Indonesia Pintar (PIP) harus lebih bersabar. Pasalnya, penyaluran dan pencairan batuan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) ini sepertinya lebih molor dari jadual yang direncanakan. Dari 90 ribu lebih total penerima bantuan PIP di Kabupaten Malang, hingga kini tak lebih dari 20 persen yang sudah tersalurkan ke tangan penerima.

Dari data Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, dari kuota penerima bantuan Program Indonesia Pintar tahun ini sejumlah 96.124 anak, tercatat baru 17.012 anak yang sudah tersalurkan bantuan ini. Ini setelah selama dua bulan terakhir, dikeluarkan SK pencairan dan penyaluran sebanyak sembilan kali. Padahal masa pencairan masih tersisa tujuh pekan ke depan.

Brosur PIP

Kadindik Kabupaten Malang melalui kabid TK/SD Dindik setempat, Abdul Wahib Arif mengungkapkan, meski menyatakan secara umum tidak ada persoalan pada pengusulan dan pemberkasan, pihaknya mengakui belum semua bantuan PIP tersalurkan kepada penerima. Ini dikarenakan pihak bank sebagai mitra penyaluran bantuan dianggap kurang optimal mengantisipasi penyalurannya. Data manual sesuai laporan para kasek. Dapodik KPS, PKH, jmkesmas krtu.

Menurutnya, kuota awal penerima bantuan PIP untuk Kabupaten Malang awalnya 60 ribu siswa, namun selanjutnya mendapatkan tambahan kuota lebih banyak, yakni 96.124 siswa.
Penerima bantuan ini adalah siswa dari keluarga pemegang kartu pelindungan sosial (KPS), PKH (program keluarga harapan), dan kartu jaminan sosial masyarakat tidak mampu lainnya. Sistem penyaluran bantuan PIP, katanya, adalah tiap penerima memiliki virtual account dan hanya berhak melakukan sekali pencairan, karena selesai diambil nomor accounting akan hangus.

Dikatakan Abdul Wahib, pihak bank rekanan penyalur bantuan PIP melayani penyaluran bantuan seperti halnya jam reguler bersamaan dengan pelayanan pada nasabah umum. Padahal, katanya, berkaca panya penyaluran jenis bantuan sejeni oleh bank lain tahun sebelumnya, pihak bank berinisiatif mendekati penerima bantuan dengan memberikan jam pelayanan khusus atau melalui layanan mobile banking.

“Kami pernah ada keluhan kadang penerima bantuan PIP akhirnya balik kucing atau tidak bisa dilayani karena adanya miskomunikasi. Karena bersamaan dengan jam layanan reguler, pihak bank kadang tidak mau layanan mereka terganggu,” ungkapnya.

Pewarta: Choirul Ameen / Foto: Google Image

PILIHAN REDAKSI:
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here