Beranda KILAS Peduli Disabilitas, Relawan-Pramuka SMAN 1 Sumberpucung Prakarsai Difable Center

Peduli Disabilitas, Relawan-Pramuka SMAN 1 Sumberpucung Prakarsai Difable Center

498
0
BERBAGI

Inspirasicendekia.com, MALANG – Peduli pada sesama dan yang lemah atau kurang beruntung merupakan salah satu wujud budi pekerti luhur. Tak hanya di lingkungan keluarga, karakter dan budi pekerti juga harus ditanamkan pada kalangan pelajar. Gerakan Pramuka SMA Negeri 1 Sumberpucung (Smaloka), Kabupaten Malang, memiliki cara tersendiri menanamkam karakter kepedulian sosial dan sesama ini. Seperti yang dilangsungkan Kamis (20/4), Dewan Kerja Ambalan Pramuka Smaloka bersama pegiat peduli disabilitas Malang menggelar workshop dan bakti sosial Ganesha Difabel.

Dalam acara yang dilangsungkan di aula SMAN 1 Sumberpucung ini, setidaknya 30 difable dari Malang Raya juga didatangkan. Rata-rata mereka masih berstatus sebagai pelajar, diantaranya dari SD Inklusi Lawang, penyandang difabel siswa SMAN 1 Sumberpucung dan SMPN 4 Kepanjen.

“Kegiatan ini merupakan perwujudan bahwa pramuka peduli. Selama ini, kegiatan baksos pramuka hanya menyasar masyarakat umum atau kalangan miskin. Kami tanamkan virus peduli di kalangan siswa anggota pramuka,” terang Prodi Tri Mahendra, pembina pramuka penggagas Ganesha Difabel, di sela acara, Kamis (19/4) siang.

Sman 1 sumberpucung

Selama acara, relawan dan pegiat difabel sengaja mengajak para penyandang disabilitas berinteraksi bersama. Mereka juga diberi bantuan sejumlah alat sekolah dan kursi roda, yakni tiga kursiroda diberikan guru SMAN 1 Sumberpucung, dan satu buah bantuan dari Polres Malang. Secara simbolis, pembentukan komunitas Ganesha Difable dan penyerahan ini dilakukan oleh Asisten Bupati Noorman Ramdansyah dan wakil dari Polres Malang.

“Bagi siswa anggota pramuka, diajarkan pula bagaimana bisa memperlakukan anak difabel. Juga dilakukan pendmpimgan terhadap melalui kegiatan-kegiatan nantinya,” imbuh guru SLB B/C PGRI Karangkates Sumberpucung ini.

Ke depan, lanjut Tri Mahendra,  diharapkan terbentuk Organisasi Difabel Indonesia (ODI). Selanjutnya, rencananya akan dibuat difabel center.

“Harapannya, penyandang difabel setelah lulus sekolah berhenti begitu saja. Mereka juga perlu mendapatkan pelatihan untuk kemandirian dalam kehidupannya kelak,” tegasnya. [min]

Print
PILIHAN REDAKSI:
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here